

Ketua PGRI Papua, Dr. Elia Waromi, S.Pd., M.Pd. (foto:Karel/Cepos)
JAYAPURA – Kebijakan pemerintah yang memprioritaskan pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja atau PPPK bagi pegawai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menuai sorotan luas.
Di saat yang sama, pengangkatan guru honorer menjadi PPPK yang telah lama dinantikan justru tak kunjung tuntas. Ketimpangan ini memicu gejolak di dunia pendidikan dan memunculkan pertanyaan besar soal keadilan kebijakan negara terhadap para pendidik.
Pengalaman pahit ini pun turut dirasakan oleh guru-guru honorer yang ada di Papua.
Menurut Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Papua Dr. Elia Waromi, S.Pd., M.Pd, data guru honorer di Papua telah mencapai 1.359 orang. Jumlah tersebut diketahui bisa bertambah karena kondisi riil disekolah setiap saat bisa berubah.
“PGRI saat ini sanggat menaruh harapan besar kepada Pemerintah Provinsi Papua agar ribuan guru honorer yang belum diangkat, menjadi prioritas utama dalam kebijakan pemerintah kedepannya, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.” Ungkapnya kepada Cenderawasih Pos, Kamis (29/1).
Page: 1 2
Leonardo mengatakan, kejadian tersebut menjadi perhatian bersama karena menimbulkan kerugian. Karena itu, berbagai potensi persoalan…
Pengibaran Bendera Merah Putih menjadi salah satu bagian paling dinantikan dalam upacara peringatan Hari Kemerdekaan.…
Car Free Day (CFD) yang digelar setiap Sabtu tersebut kini menjadi salah satu ruang…
Salah satu atraksi yang akan menjadi perhatian dalam peringatan HUT ke-81 RI tahun ini…
Gebyar Pajak 2026 yang digelar di halaman Kantor Bapenda Papua, Kamis, 13 Agustus 2026,…
Menindaklanjuti arahan Wali Kota Jayapura, Dr. Abisai Rollo, Pelaksana Tugas (Plt.) Sekretaris Daerah (Sekda)…