

Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo (foto:Takim/Cepos)
Pimpinan OPD Diminta Ajukan Pemberhentian Pegawai Tak Patuh
JAYAPURA – Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo menegaskan pentingnya kedisiplinan dan tanggung jawab Aparatur Sipil Negara (ASN) serta tenaga honorer di lingkungan Pemerintah Kota Jayapura. Penegasan tersebut disampaikan saat apel gabungan yang digelar di halaman Kantor Wali Kota Jayapura, Senin (22/12) lalu.
Abisai Rollo secara langsung melakukan pengecekan kehadiran pegawai dari seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Ia juga menyoroti rendahnya tingkat kehadiran tenaga honorer yang telah dinyatakan lulus sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) maupun Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K).
Dari sekitar 800 orang yang sebelumnya mengikuti prajabatan, jumlah kehadiran pada apel gabungan tersebut disebut tidak mencapai 100 orang. “Sudah ikut prajabatan, gaji sudah dibayarkan, sudah diterima menjadi pegawai, tapi masih malas masuk kantor. Ini tidak bisa ditoleransi,” ujarnya dengan nada tegas.
Ia pun memerintahkan seluruh pimpinan OPD untuk bertanggung jawab penuh terhadap kedisiplinan pegawai di unit kerja masing-masing. Pimpinan diminta mencatat secara detail pegawai yang tidak masuk kerja tanpa keterangan jelas.
“Catat siapa saja yang malas. Yang sudah ditegur berulang kali, buat laporan dari bulan ke bulan, tahun ke tahun. Sebelum masuk tahun baru, ajukan untuk diberhentikan,” tegas Wali Kota.
Page: 1 2
Karena itu, Kemenkeu saat ini tengah menghitung kebutuhan tambahan anggaran yang diperlukan untuk menambal kekurangan…
Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih, Kolonel Inf Tri Purwanto, mengatakan penyelidikan dilakukan bersama Polres Jayapura…
Kesiapan tersebut disampaikan langsung oleh Kapolsek Abepura, Kompol Paulus Hilapok. Ia mengonfirmasi bahwa pihak kepolisian…
Ia menjelaskan, pembelajaran perhotelan di SNK Pariwisata Papua tidak berhenti di ruang kelas. Siswa…
Ia mencontohkan salah satu bentuk ketidakberesan pelayanan pertanahan yang tengah ia tangani, seperti permohonan pengembalian…
Dengan modal sekitar Rp 500 ribu, dua siswa kelas sembilan tersebut merancang alat yang dapat…