

Kepala Karantina Jayapura, Muhlis Natsir (kanan) bersama Kepala BBKSDA Papua, A. G. Martana, (Kiri) melepaskan Burung Cendrawasih di Hutan Sekitar Cagar Alam Pegunungan Cycloop, Kamis (26/10) (FOTO:Dok Karantina Jayapur for Cepos)
JAYAPURA-Karantina Jayapura bersama Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Papua dan instansi terkait melepasliarkan 29 satwa liar langka dilindungi di hutan sekitar Cagar Alam Pegunungan Cycloop, Kamis (26/10)
Adapun satwa liar langka tersebut diantarannya 5 ekor burung cenderawasih kuning kecil (Paradisaea minor), 2 ekor kakatua koki (Cacatua galerita), 6 ekor perkici kelapa (Trichoglossus haematodus), 10 ekor kasturi kepala hitam (Lorius lory), 3 ekor Kadal Papua (Varanus sp), 1 ekor boa tanah (Candoia aspera), 1 ekor buaya irian (Crocodylus novaeguineae), dan 1 ekor kuskus (Phalanger orientalis).
Kepala Karantina mengatakan pelepasan satwaliar tersebut dilakukan berkat kerjasama dan sinergi yang baik antara Karantina Jayapura bersama seluruh instansi terkait. “Ini semua merupakan upaya bersama menyelamatkan aset keanekaragaman hayati hewani bangsa Indonesia dan menjaga kestabilan ekosistem hutan Papua,” kata Muhlis, kepada awak media usai melepasliarkan 29 Satwa Liar di Cagar Alam Pegunungan Cycloop.
Page: 1 2
Perhatian tersebut terutama menyangkut aktivitas pembangunan di kawasan yang memiliki potensi rawan bencana, seperti…
Yayasan Keadilan dan Keutuhan Manusia Papua (YKKMP) memberikan perhatian serius terhadap pernyataan-pernyataan yang disampaikan…
Abisai menegaskan, pelayanan kepada masyarakat harus dilakukan secara konsisten sesuai standar dan waktu yang…
Gubernur Papua, Matius Fakhiri mengatakan, pembentukan tim dilakukan untuk memastikan kejelasan status dan riwayat…
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua membentuk tiga Organisasi Perangkat Daerah (OPD) baru sebagai bagian dari upaya…
Untuk mendukung peningkatan pelayanan kesehatan di RSUD Wamena, Pemerintah Kabupaten Jayawijaya meresmikan 3 ruangan yang…