Menurutnya, keberpihakan terhadap masyarakat asli bukan berarti melanggar aturan, melainkan memastikan bahwa anak-anak asli daerah yang memiliki hak dan kemampuan tetap mendapatkan kesempatan yang adil dalam pemerintahan.
“Selama memenuhi syarat dan sesuai regulasi BKN, saya berharap semua bisa diakomodir. Pemerintah Kota Jayapura ingin anak-anak asli juga bisa menjadi pegawai dan ikut membangun kota ini,” ujar Abisai.
Pertemuan tersebut pun menjadi simbol harapan baru bagi ratusan tenaga K2 asli Port Numbay yang selama ini menantikan kepastian masa depan mereka. Pemerintah Kota Jayapura diharapkan terus mengawal proses tersebut agar aspirasi masyarakat adat dapat berjalan beriringan dengan aturan kepegawaian nasional.(kim/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Kapolres Jayapura, AKBP Dionisius V.D.P Helan, memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) selama perayaan…
Menjelang perayaan Hari Raya Trisuci Waisak, umat Buddha di Kota Jayapura mulai sibuk bersiap. Vihara…
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Papua mendistribusikan bantuan logistik ke Kabupaten Mamberamo Raya mengantisipasi…
Menurutnya, hingga saat ini masih banyak kompleks perumahan warga yang belum memiliki bak atau kontainer…
Dalam pandangannya, kenaikan drastis ini melahirkan pertanyaan mendasar di benak publik: "Gaji hakim naik, rakyat…
Kepala Kampung Koya Tengah, Yunike Rollo, menegaskan bahwa pemerintah kampung tidak hanya memberikan dukungan secara…