Menurutnya, keberpihakan terhadap masyarakat asli bukan berarti melanggar aturan, melainkan memastikan bahwa anak-anak asli daerah yang memiliki hak dan kemampuan tetap mendapatkan kesempatan yang adil dalam pemerintahan.
“Selama memenuhi syarat dan sesuai regulasi BKN, saya berharap semua bisa diakomodir. Pemerintah Kota Jayapura ingin anak-anak asli juga bisa menjadi pegawai dan ikut membangun kota ini,” ujar Abisai.
Pertemuan tersebut pun menjadi simbol harapan baru bagi ratusan tenaga K2 asli Port Numbay yang selama ini menantikan kepastian masa depan mereka. Pemerintah Kota Jayapura diharapkan terus mengawal proses tersebut agar aspirasi masyarakat adat dapat berjalan beriringan dengan aturan kepegawaian nasional.(kim/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Berdasarkan data tahun 2025, prevalensi stunting di Kabupaten Merauke tercatat 17,4 persen atau sebanyak 1.462…
Bupati Jayawijaya Atenius Murib, SH, MH menyatakan saat ini pemerintah sedang berupaya untuk menfokuskan pembangunan…
Wakil Gubernur Papua Selatan, Paskalis Imadawa, menegaskan bahwa Camporee Pathfinder Arafura International 2026 menjadi wadah…
Kapolres Jayawijaya melalui Kasat Reskrim Iptu Marcelino Rumambi, SH, MH membenarkan adanya kebakaran tersebut yang…
Kepala Seksi Hubungan Masyarakat Polres Mimika, Iptu Hempy Ona, mengonfirmasi bahwa kecelakaan ini melibatkan satu…
Wakil Gubernur Papua Selatan, Paskalis Imadawa, menyampaikan apresiasi kepada Sekretaris Jenderal Pimpinan Pusat Wanita Islam,…