

Wakil Wali Kota Jayapura Rustan Saru saat menandatangani pakta Integritas SPMB tahun 2025 yang diselenggarakan BPMP Papua, di main hall Kantor Wali Kota Jayapura, Selasa (27/5). (foto:Priyadi/Cepos)
JAYAPURA -Pemerintah Kota Jayapura bersama Balai Penjamin Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Papua dan Pemerintah Kota Jayapura serta Forkopimda Kota Jayapura telah melaksanakan Penandatanganan Pakta Integritas Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun 2025.
Kepala BPMP Papua Junus Simangunsong mengatakan, Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) yang berintegrasi, objektif, transparan, akuntabel, berkeadilan dan tanpa diskriminasi, mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua sekolah di Kota Jayapura.
Dan hal ini sudah diatur dalam aturan hukum termasuk pelaksanaannya khususnya di Kota Jayapura melalui Juknis yang telah ditetapkan dalam SPMB tahun 2025. Ada empat jalur yang sudah ditetapkan dalam SPMB, yakni pertama jalur zonasi, jalur afirmasi, jalur prestasi dan jalur perpindahan orang tua, serta telah diatur dalam Peraturan Walikota Jayapura, yang telah ditandatangani Wali Kota Jayapura.
“Harapan kami semua masyarakat mengikuti aturan yang telah ditetapkan, sehingga pelaksanaan penerimaan siswa baru bisa berjalan secara objektif, transparan akuntabel, berkeadilan dan tanpa diskriminasi,” katanya.
Penandatangan Pakta Integritas yang dilaksanakan di main hal Kantornya Wali Kota Jayapura ini juga dihadiri, Wakil Ketua I DPRK Jayapura, Kapolresta Jayapura Kota, Kodim 1701 Jayapura, Kejari Jayapura, Kadis Pendidikan Kota Jayapura, jajaran Pimpinan OPD dilingkungan Pemkot Jayapura dan Forkopimda Kota Jayapura, Selasa (27/5)kemarin.
Dalam kesempatan ini, BPMP Papua sangat berterima kasih semua pemangku kepentingan bisa hadir pada kesempatan ini secara bersama-sama berkomitmen untuk menjadi memastikan supaya pelaksanaan SPMB kota Jayapura bisa berjalan dengan baik. Sekolah atau satuan pendidikan yang ada di Kota Jayapura ini, diharapkan bisa membangun sekolah yang berkeadilan, anak-anak bisa menjadi generasi penerus yang cerdas kuat dan sehat.
“Penandatanganan pakta Integritas tidak hanya kita lakukan di Kota Jayapura, tapi juga sudah kita lakukan sebelumnya di Kabupaten Jayapura, dan nanti ada di tempat lainnya, ini juga tidak kali pertama kita lakukan tapi sebelumnya sudah pernah, dan secara evaluasi memang adanya penandatanganan pakta Integritas sangat membantu sekali untuk sama sama berkomitmen menjalankan SPMB berjalan sesuai aturan,” jelasnya.
Page: 1 2
Pemerintah menargetkan pendapatan negara di wilayah Papua pada 2026 sebesar Rp6,7 triliun, yang terdiri atas…
Owen membeberkan bahwa mereka sudah menjajaki dua stadion di Jawa Timur. Dan saat ini masih…
Dari hasil peninjauan, pemerintah menemukan sejumlah aspek yang perlu segera dibenahi, di antaranya sanitasi tempat…
Keputusan ini menjadi pengalaman pertama bagi skuad Persipura. Pada musim-musim sebelumnya, mereka lebih sering menggelar…
Menurutnya, selama ini pemerintah daerah tidak pernah dilibatkan secara maksimal dalam perencanaan maupun pelaksanaan program.…
Penangkapan bermula saat D.H. menjalani pemeriksaan di Passenger Security Check Point (PSCP) Terminal Keberangkatan Bandara…