

Untuk mencegah paparan pestisida pada pangan segar MBG, Dinas Pangan Papua akan lakukan uji pangan. Tampak sejumlah komoditas sayuran segar yang dijual di Pasar Youtefa. (foto:Foto/Dok.Cepos)
Dinas Pangan Bakal Lakukan Uji dengan Rapid Test
JAYAPURA– Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua melalui Dinas Pangan setempat bakal melakukan pengujian pangan segar guna mencegah paparan pestisida, sekaligus untuk memastikan pelaksanaan program prioritas nasional makan bergizi gratis (MBG) pada 2026 berjalan lancar. Pelaksana Tugas Dinas Pangan Provinsi Papua Sri Utami, mengatakan upaya tersebut difokuskan pada pemeriksaan sayur dan buah yang menjadi komponen utama penyusunan menu bergizi bagi anak sekolah, ibu hamil, dan ibu menyusui di berbagai wilayah.
“Pengawasan nantinya dilakukan mulai dari tingkat pasar, kebun, hingga dapur penyedia MBG. Selain itu kami juga melakukan pengambilan sampel langsung di dapur-dapur SPPG untuk memastikan bahan pangan yang digunakan aman dikonsumsi,” katanya di Jayapura, Selasa (28/4).
Menurut Utami, pengujian dilakukan menggunakan rapid test untuk mendeteksi kandungan berbahaya seperti formalin maupun residu pestisida pada pangan segar.
“Apabila dalam pemeriksaan ditemukan indikasi bahan berbahaya, maka sumber bahan pangan tersebut akan segera ditelusuri dan direkomendasikan untuk tidak digunakan sementara waktu, guna mencegah dampak kesehatan bagi penerima manfaat,” ujarnya.
Untuk itu, pihaknya bakal memperkuat koordinasi dengan pihak penyelenggara MBG di sejumlah daerah.
“Kami baru melakukan koordinasi pada beberapa Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Keerom, Kota dan Kabupaten Jayapura dan ke depan pengawasan akan diperluas ke beberapa wilayah lain seperti Sarmi dan Biak Numfor, menyesuaikan kondisi di lapangan,” katanya lagi.
Page: 1 2
Kepala Penerangan Koops TNI Habema, Letkol Inf M. Wirya Arthadiguna, menyatakan evakuasi dilakukan setelah pihak…
Krisis pangan dan air bersih melanda ratusan warga di tiga distrik terisolasi Kabupaten Puncak, Papua…
Seratusan orang yang terdiri dari pelajar dan guru di SMAN 5 Jayapura, diduga keracunan makanan…
Badan Gizi Nasional (BGN) mengembalikan Rp311,2 miliar ke kas negara setelah menemukan anomali pada 414…
Kondisi ini diperkirakan kian mengkhawatirkan karena potensi aktifnya fenomena Indian Ocean Dipole (IOD) Positif pada…
Karena itu, Kemenkeu saat ini tengah menghitung kebutuhan tambahan anggaran yang diperlukan untuk menambal kekurangan…