“Yang datang ini tidak hanya bawa satu jenis saja, ada sayurnya, ada pisang dan lainya. Kalau dia bawa 10 sisir pisang bagaimana dia bisa duduk di dalam. Jadi ini konsep mereka supaya ada tagihan masuk (karcis),” katanya lagi.
Karena itu, dia berharap, pemerintah perlu berbenah, melihat inti dari persoalan itu. Supaya fasilitas tersebut bisa dimanfaatkan. Karena kalau tidak, maka bangunan megah itu hanya akan jadi hiasan di balik bangunan lusuh lainnya.
“Sudah beberapa kali ditertibkan, tapi memang tidak bisa. Kita berjualan bukan jaga pasar,” pungkasnya. (roy/tri)
Dapatkan update berita pilihan setiap hari dari Cenderawasihpos.jawapos.com
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Pembangunan konektivitas antarwilayah menjadi salah satu fokus pemerintah pusat dalam mempercepat pembangunan di tanah Papua.…
Dua akademisi ekonomi asal Papua turut memberikan ulasan komprehensif mengenai latar belakang, dampaknya terhadap pasar…
IG diamankan saat mengambil sebuah paket yang sebelumnya telah dicurigai petugas berisi narkotika di…
Rapat paripurna tersebut menjadi salah satu tahapan penting dalam pembahasan perubahan APBD sekaligus momentum…
Bukan sekadar tentang usia sebuah kampung, tetapi tentang sebuah benih iman yang pertama kali…
Data tersebut disampaikan Deputi Bidang Pengembangan Strategi dan Kebijakan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP)…