Categories: METROPOLIS

Grand Desain Penggunaan Dana Otsus Perlu Dibentuk

Ketua Fraksi Gabungan Keadilan Nurani, H Kusmanto SH. MH. M.Kn

JAYAPURA-Pembahasan soal tata kelola anggaran dana Otonomi Khusus dalam rapat paripurna DPRP pekan kemarin masih menyisakan sejumpah PR untuk pemerintah (eksekutif). Sejumlah fraksi  memberi catatan dan rekomendasi yang diminta untuk bisa disikapi. Pertama disampaikan oleh Fraksi Gabungan Keadilan Nurani yang terdiri dari Partai PKS dan Partai Hanura.

Keduanya berpendapat bahwa untuk menyempurnakan pengelolaan keuangan dana alokasi dalam rangka Otsus, pemerintah dianggap  perlu memperhatikan rekomendasi Pansus DPRP tentang LHP BPK RI Perwakilan Papua atas efektifitas penggunaan dana Otsus dimana penilaian Pansus, Pemprov Papua perlu menyusun dan menetapkan grand design pembangunan dan penggunaan dana Otsus  sekaligus membuat target pencapaian dari pelaksanaan Otsus itu sendiri. “Kami pikir grand desain ini penting dan tak bisa dianggap sepele. Tujuannya agar bisa mengetahui target dan capaian selama Otsus berjalan,” kata Ketua Fraksi Gabungan Keadilan Nurani, H Kusmanto SH. MH. M.Kn yang kembali mengulas pada Ahad  (27/12).

Lalu mengkaji batas waktu yang realistis dari mulai penyaluran sampai dengan pelaporan pertanggungjawaban penggunaan dana. Fraksi gabungan keadilan nurani juga meminta  Pemprov berkoordinasi dengan bupati dan wali kota dalam penyusunan perencanaan jangka panjang dan menengah seperti RPJMD dan RKPD khusus pengggunaan dana Otsus. “Kami juga meminta Pemprov memberi ketegasan kepada kabupaten kota untuk menganggarkan kembali sisa dana Otsus yang tidak terealisasi di tahun sebelumnya untuk tetap dialokasikan pada program prioritas Otsus sehingga berkesinambungan dan tuntas,” jelas Kusmanto.

Sementara fraksi Gerindra mencatat bahwa Pemprov perlu penggunakan anggaran secara efektif, transparan, akuntable dan tepat sasaran pada program yang sudah disepakati lalu terkait Pansus LHP Otsus dan Pansus Kemanusiaan  fraksi ini meminta untuk hasil yang sudah dipaparkan oleh kedua Pansus tersebut segera ditindaklanjuti oleh pimpinan sesuai mekanisme. “Begitu juga dengan agenda PON, Fraksi Gerindra berpendapat bahwa ini harus diseriusi dengan sarana prasarana sehingga tim Papua bisa berprestasi membawa nama baik Papua. Kita tidak mau menjadi pengantar dan penonton untuk menyaksikan kemenangan orang lain di rumah sendiri sementara kita hanya ramai dengan rebutan pekerjaan sebagai petugas kebersihan dan keamanan,” kata anggota fraksi, Nathan Pahabol S,Pd. (ade/wen)

newsportal

Recent Posts

OPD Diingatkan Jangan Kerja Ketika Injury Time

Ia menargetkan seluruh kegiatan dan program dapat terealisasi hampir seluruhnya sebelum memasuki akhir tahun. Bahkan,…

1 day ago

Selecao Wajib Waspadai Singa Atlas

Timnas Brasil akan menghadapi Timnas Maroko pada laga perdana Grup C Piala Dunia 2026 di…

1 day ago

Gunakan Sebo Buff, Delapan Anggota OPM Cium Merah Putih

Delapan orang yang disebut sebagai anggota Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) Kodap…

1 day ago

Disosialisasikan, Rencana Pembangunan Bandar Antariksa Mendapat Dukungan

Selain itu, juga disepakati hasil sosialisasi ini akan ditindaklanjuti dalam penantanganan nota kesepahaman antara masyarakat…

1 day ago

Pendistribusian BBM Diawasi Polisi

Publik juga khawatir dari kenaikan ini justru ada upaya mencari keuntungan sepihak termasuk menerapkan cara-cara…

1 day ago

Belum Ada Razia Lagi, Kendaraan Modifikasi Tangki Kembali Ikut Antrian Pengisian BBM

Pengelola APMS Lasminingsih dan Anwarudin Wamena, Suyono mengaku sebenarnya kalau dikatakan pembiaran itu tidak, sebab…

1 day ago