Categories: METROPOLIS

Picu Tawuran Lagi, Langsung Dikeluarkan dari Sekolah

SMK N 3 dan SMA Taruna Dharma Rumuskan Enam Poin Kesepakatan

​JAYAPURA – Menindaklanjuti aksi tawuran antar-pelajar yang sempat melumpuhkan akses jalan utama di kawasan Kotaraja, pada Kamis (20/8) lalu, Kepolisian Sektor (Polsek) Abepura menggelar pertemuan mediasi berskala besar. Agenda yang menghadirkan pihak sekolah, pengurus yayasan, hingga orang tua siswa tersebut berlangsung di Aula Mapolsekta Abepura, pada Senin (24/8).

   Pertemuan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolsek Abepura, Kompol Paulus Hilapok. Turut hadir dalam pertemuan itu Direktur Sekretariat YPPK Ferdinand Lase, S.Kom., Kepala Sekolah SMK N 3 Jayapura Yuliana Ansanai, S.Pd., dan Kepala Sekolah SMA YPPK Taruna Dharma Oktavianus Payung Rantetau, S.T., beserta jajaran orang tua murid, baik dari pihak korban maupun pelaku.

   Kepada Cenderawasih Pos, Kapolsek mengungkapkan bahwa mediasi intensif yang berjalan selama kurang lebih dua setengah jam itu difokuskan untuk mencari titik terang dan solusi permanen atas bentrokan yang terjadi pada Rabu (19/8) dan Kamis (20/8) lalu.

  Dari hasil diskusi mufakat tersebut, kedua belah pihak sekolah merumuskan enam poin kesepakatan tertulis yang wajib dipatuhi oleh seluruh  guru, murid dan orang tua murid.

   Pertama, phak SMK N 3 Jayapura dan SMA YPPK Taruna Dharma secara tegas berkomitmen untuk menjaga kondusivitas serta menjamin tidak akan ada lagi aksi saling serang antar-siswa di masa mendatang.

  “Kedua sekolah menyepakati kerja sama lintas instansi bersama Polsek Abepura dan Satpol PP Kota Jayapura untuk menggelar patroli rutin. Siswa yang kedapatan membolos atau berkeliaran di luar lingkungan sekolah saat jam pelajaran akan langsung diangkut ke Mapolsek Abepura. Orang tua siswa akan dipanggil, dan jika pelanggaran berulang, siswa bersangkutan akan dikenakan program pembinaan khusus,” jelas Kapolsek, saat di konfirmasi Cenderawasih Pos, Kamis (27/8).

Page: 1 2 3

Juna Cepos

Recent Posts

Theo: Tak Masuk Akal Orang Papua Sandera Orang Papua

Theo menilai kasus dugaan penyanderaan itu masih belum jelas karena adanya perbedaan informasi antara pihak…

1 day ago

OTT Rektor Unsoed Jadi Alarm bagi Perguruan Tinggi di Papua

   Merespon terkait dengan kasus tersebut​, Pengamat Kebijakan Publik Papua, Dr. Methodius Kossay, M.Hum., menegaskan…

1 day ago

El Nino Kuat Bayangi Mimika, BMKG Peringatkan Asap Kiriman dan Gangguan Penerbangan

BMKG Stasiun Meteorologi Mozes Kilangin Timika mengimbau warga Kabupaten Mimika untuk mewaspadai cuaca ekstrem akibat…

1 day ago

Giliran Asap Negara Tetangga Resahkan Warga RI-PNG

Asap yang disinyalir dari kebakaran hutan dan lahan ini justru muncul dari arah negara tetangga…

1 day ago

Satpol PP Siagakan 10 Personel Amankan  Kantor Dinkes Merauke

Penempatan personel tersebut dilakukan menyusul persoalan pemalangan Kantor Dinas Kesehatan yang sebelumnya membuat aktivitas pegawai…

1 day ago

Melaju di Atas Aspal dari Malam Tembus Pagi, Terapkan Monitoring  24 Jam

Di tengah tuntutan pemenuhan  hidup, Komunitas Laskar Di Rantau (LDR) telah membuktikan bahwa keterbatasan dan…

1 day ago