

B. Wisnu Raditya (foto: Elfira/Cepos)
JAYAPURA-Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah daerah di tanah Papua mulai menimbulkan dampak serius bagi masyarakat. Di Kabupaten Biak, kepulan asap akibat karhutla bahkan sempat mengganggu aktivitas sekolah dan membuat warga dianjurkan menggunakan masker.
Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Papua, B. Wisnu Raditya mengatakan, karhutla tidak hanya mengancam lingkungan, tetapi juga berdampak langsung terhadap kesehatan, aktivitas sosial hingga perekonomian masyarakat.
“Dampaknya sangat krusial karena mengganggu kehidupan masyarakat,” kata Wisnu, saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos, Kamis (27/8).
Ia menjelaskan, dampak yang paling cepat dirasakan adalah gangguan kesehatan. Paparan asap kebakaran dapat memicu infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), sesak napas serta berbagai gangguan pernapasan lainnya.
Selain kesehatan, Karhutla juga mengakibatkan kerusakan lingkungan. Kebakaran hutan dapat merusak ekosistem dan mengancam keanekaragaman hayati Papua yang dikenal memiliki kekayaan flora dan fauna yang sangat beragam.
“Di Papua ini keanekaragaman hayati kita cukup beragam sekali. Jadi kami harap jangan ada lagi pembakaran hutan demi pembukaan lahan,” tegasnya.
Page: 1 2
Kepala Lapas Wamena Lukas Aponno, SH menyatakan, meskipun saat ini Lapas Wamena mengalami over kapasitas,…
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Biak Kabupaten Biak Numfor, Turbey Onny Dageubun, S.Pi.,M.Si mengatakan, Festival…
Prakirawan BMKG Station II B Wamena Bahrul Iskandar menyatakan kabut asap yang menyelimuti kota Wamena…
Gubernur Papua Selatan Apolo Safanpo menegaskan pembangunan sektor kesehatan tidak cukup hanya dengan menyediakan gedung…
Kepala Seksi Pemberantasan Penyakit Menular Dinkes Papua, Purnomo Sidhi, mengatakan bahwa hingga September 2026…
Gubernur Papua Selatan, Apolo Safanpo, mengatakan pelatihan tersebut merupakan bagian dari pendidikan vokasi yang bertujuan…