Categories: METROPOLIS

Kebanyakan Disersi Karena Tak Kuat

Danpomdam, Kol CPM Muhammad Faisal Amin Lubis

JAYAPURA – Komandan Pomdan XVII Cenderawasih, Kol CPM Muhammad Faisal Amin Lubis tak menampik jika bentuk pelanggaran yang sering dilakukan anggota TNI – AD adalah disersi atau meninggalkan tempat tugas . Ini biasanya terjadi lantaran tak kuat dengan kondisi atau tempat dimana anggota tersebut mengabdi. Ada ekspektasi dan  kenyataan yang tidak sesuai sehingga stres dan memilih pergi meninggalkan tempat tugas. 

 “Catatan kami seperti itu, biasanya karena daerahnya jauh dan penuh keterbatasan akhirnya tidak kuat. Jadi apa yang dibayangkan tak sesuai dengan kondisi ril di lapangan. Tidak kuat dengan suasana tempat kerja kemudian lari,” beber Faisal Lubis menjawab pertanyaan Cenderawasih Pos disela-sela kegiatan fun bike di Pomdam, Jayapura, Sabtu (27/4). Lalu bentuk pelanggaran kedua adalah masih ditemukan oknum anggota TNI yang kedapatan mabuk. Ini kata Lubis biasa terjadi pada oknum anggota putra daerah alias dari Papua. Kebiasaan lama sebelum menjadi anggota TNI diulang kembali.

 “Tapi bentuk pelanggaran lain seperti pembunuhan, pencurian, itu sangat kecil sekali. Hampir tidak pernah saya dengan tentara mengeroyok orang jadi tingkat disiplin kami di Papua gradenya masih lebih baik dibanding yang lain,” katanya. Nah untuk tahun 2018 ia menyebut bentuk pelanggaran disersi di atas 40 orang namun pihaknya memahami bahwa ini terjadi bukan karena ia melakukan pelanggaran lalu lari. Misalnya mencuri lalu lari tapi semata-mata mental yang tidak kuat. “Biasanya diberi teguran namun jika berulang kali kami proses bisa ditahan atau sanksi lain atau bahkan pemecatan. Namun soal pecat ini hak prerogatif hakim di peradilan militer,” imbuhnya. 

 Hanya Faisal belum bisa menjelaskan berapa jumlah anggota yang dihukum maupun dipecat. “Jadi bisa saja pelanggarannya tahun 2015 namun dipecatnya tahun 2018 sehingga datanya belum bisa langsung dipastikan,” pungkasnya. “Namun kami senang karena di Jayapura sini masyarakat membuat anggota malu jika melakukan pelanggaran,” tandasnya. (ade/wen)

newsportal

Recent Posts

Gereja Membela Harkat dan Martabat Manusia, Jangan Dinilai Gerakan Politik Praktis

   Mofu mengungkapkan bahwa HONAI dibentuk sebagai ruang bersama untuk menjawab berbagai persoalan kemanusiaan, terutama…

3 hours ago

Dorong Penyelesaian Hukum, Jangan Biarkan Pemalangan Jadi Kebiasaan

   Menurutnya, setiap penggunaan tanah masyarakat adat untuk kepentingan umum seharusnya telah melalui proses yang…

11 hours ago

Polisi Ungkap Hasil Labfor Pecahan Botol di Komnas HAM

   Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Papua, Kombes Pol Parasian H. Gultom, mengungkapkan bahwa…

12 hours ago

Siapkan Konsolidasi Besar Masyarakat Adat Tabi-Mamta

  Pertemuan yang dikemas dalam bentuk sidang pleno ini menjadi momentum penting untuk merumuskan agenda…

14 hours ago

Amankan Kendaraan Dinas, Pemprov Papua Libatkan Jaksa dan BPK

  Penjabat Sekretaris Daerah Papua Christian Sohilait, mengatakan penertiban kendaraan dinas dilakukan karena masih terdapat…

15 hours ago

Masa Tanggap Darurat Diperpanjang 7 Hari

   Rustan meminta seluruh warga terdampak, khususnya para pengungsi, untuk tetap bersabar sembari pemerintah mematangkan…

16 hours ago