Categories: METROPOLIS

Kawasan Pantai Dok II Perlu Penataan            

Kawasan Pantai Dok II (depan Kantor Gubernur Papua) Kamis, (27/5) kemarin. Sayang, minimnya kesadaran warga menyebabkan Pantai Dok II dipenuhi dengan pecahan botol. (FOTO:Noel/Cepos)

JAYAPURA- Selain Pantai Base G dan Pantai Hamadi, Pantai Dok II yang berhadapan langsung dengan Kantor Gubernur Papua perlu mendapat perhatian serius oleh pemerintah. “Saya selalu mengajak anak saya kesini, (Pantau Dok II Ujung kanan) karena anak anak sering minta mandi, karena tempat dangkal dan mudah untuk anak anak mandi,” katanya Mama Kayla. 

Ia mengatakan selain ombak yang stabil lokasi ini juga berasa di dekat pemukiman warga sehingga untuk menjawab permintaan anak anak mereka memilih pantai ini. “Selain itu pantai juga dekat rumah jadi, kami memilih ke sini,” kata Warga Angkasa itu.

 Lajutnya, yang menjadi saranya bagi pemerintah perlu ada penataan tempat mandi, karena sering kuwalahan saat turun karena licin juga banyak batu karang.”Bagusnya ada penataan karena tangga-tangga yang sering licin juga jika banyak yang mandi, cukup berbahaya bagusnya dibuatkan semen lagi,”katanya.

Lebih lanjut, ia juga menyesalkan  karena tempat itu menjadi pilihan orang lain untuk minum-minuman keras, maka harus ditata agar lebih terlihat menarik. 

 Saleh,salah seorang warga yang ditemui menambahkan bahwa Pantai Dok II tak kalah menarik dari pantai lain di Kota Jayapura namun yang dikhawatirkan banyaknya pecahan botol. “Jadi jika tidak hati-hati, maka kaki akan terluka kena pecahan botol,” bebernya.

 Disamping itu pemerintah perlu memberi keleluasaan kepada para PKL untuk tetap berjualan di Dok II, sebab untuk menghidupkan lokasi kawasan Pantai Dok II. “ Sebenarnya biar saja PKL berjualan di lokasi tersebut, asal ada pengawasan yang penting pedagang tertib,” katanya. (oel/wen)

newsportal

Recent Posts

Yulianto: Banyak Masalah Tanah Belum Tuntas

​Ia mencontohkan salah satu bentuk ketidakberesan pelayanan pertanahan yang tengah ia tangani, seperti permohonan pengembalian…

58 minutes ago

Hanya Bermodalkan Rp 500 Ribu, Makanan Basi Terdeteksi Lima Detik.

Dengan modal sekitar Rp 500 ribu, dua siswa kelas sembilan tersebut merancang alat yang dapat…

2 hours ago

Gara-gara Tanah Dulang, Seorang Pria Tewas Dikeroyok 

   Prarekonstruksi memperagakan rangkaian dugaan penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal dunia. Proses tersebut turut disaksikan…

3 hours ago

Perkuat Pengawasan Telur Anpu, Pemprov Siapkan  Surat Edaran Baru

Pemerintah Provinsi Papua menyiapkan surat edaran gubernur yang baru untuk memperkuat pengawasan masuknya telur antarpulau…

4 hours ago

RDP Panja Pelayanan Publik Tak Dihadiri Pihak DLHK

   Kondisi itu memicu kekecewaan Panja Pelayanan Publik DPRK Kota Jayapura. Bahkan, panja menilai ketidakhadiran…

5 hours ago

Realisasi Fisik PUPR Papua Hampir 70 Persen

  Natirmalus menjelaskan, pada Bidang Bina Marga realisasi fisik telah mencapai 68,63 persen, sedangkan realisasi…

6 hours ago