Secara teknis, pelaksanaan program melibatkan kolaborasi lintas OPD, yakni Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, Dinas Perindagkop dan UKM, serta Dinas Perikanan.
Selain itu, sejumlah mitra strategis turut berpartisipasi, antara lain Perum Bulog, APRINDO, dan Bank Indonesia.
Bulog berperan menyediakan beras program SPHP, Minyakita, serta sejumlah komoditas premium lainnya. Sementara APRINDO mendukung melalui penjualan perlengkapan rumah tangga dengan harga terjangkau.
Pemerintah Kota Jayapura berharap pasar murah dapat menjadi instrumen efektif dalam menekan gejolak harga, terutama pada komoditas pangan strategis yang rentan mengalami fluktuasi.(kim/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Page: 1 2
Prestasi tersebut berdasarkan laporan Eye on the Market yang dikeluarkan oleh JP Morgan Asset Management.…
Salah satunya datang dari studi yang dilakukan oleh Universitas Oxford, yang meninjau berbagai metode berhenti…
Terong Belanda merupakan buah unik dengan bentuk lonjong menyerupai telur dan cita rasa asam yang…
Dikutip Kemenko Pangan, Agenda besar ini merupakan langkah konkret pemerintah dalam memperkuat ekonomi kerakyatan di…
“Jadi itu kan nilai proyek pembangunan fisik, sebenarnya di angka Rp 1,6 miliar anggarannya. Kenapa…
Dalam pidatonya yang disiarkan melalui kanal YouTube Borobudur Hukum Channel, Megawati menyoroti kondisi penegakan hukum…