Categories: METROPOLIS

Percepatan Pembangunan Harus Merata

JAYAPURA – Gubernur Papua Matius Fakhiri menegaskan bahwa percepatan pembangunan di Tanah Papua harus berlandaskan pemerataan, terutama bagi wilayah pedalaman yang masih menghadapi kesenjangan akses layanan dasar dan konektivitas.

“Pada Kamis (23/10) saya telah melakukan pertemuan dengan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di mana kami membahas salah satunya terkait percepatan pembangunan serta peningkatan konektivitas antardaerah di Papua,” katanya di Jayapura, Jumat (24/10).

Menurut Mathius, dalam pertemuan tersebut pihaknya menyampaikan juga bahwa pembangunan infrastruktur, khususnya konektivitas transportasi darat, laut, dan udara, menjadi kunci pemerataan ekonomi di wilayah timur Indonesia tersebut

“Seperti penyelesaian Jalan Trans Jayapura–Wamena yang diharapkan dapat menekan biaya logistik dan menghubungkan sentra produksi lokal dengan pasar lebih cepat sehingga pemerataan pembangunan sampai ke pedalaman perlu dilakukan,” ujarnya.

Page: 1 2

Juna Cepos

Recent Posts

490 Daerah Tak Punya Uang untuk Bayar Gaji ASN

Karena itu, Kemenkeu saat ini tengah menghitung kebutuhan tambahan anggaran yang diperlukan untuk menambal kekurangan…

1 day ago

Kodam Sebut Kevin Tewas Dalam Laka Tunggal

   Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih, Kolonel Inf Tri Purwanto, mengatakan penyelidikan dilakukan bersama Polres Jayapura…

1 day ago

Kuasai Abepura, Agenda Demo Harus Terkendali

Kesiapan tersebut disampaikan langsung oleh Kapolsek Abepura, Kompol Paulus Hilapok. Ia mengonfirmasi bahwa pihak kepolisian…

1 day ago

Hotel Boleh Sepi Sekarang, Tapi Jurusan Perhotelan Paling Banyak Diincar Siswa

   Ia menjelaskan, pembelajaran perhotelan di SNK Pariwisata Papua tidak berhenti di ruang kelas. Siswa…

1 day ago

Yulianto: Banyak Masalah Tanah Belum Tuntas

​Ia mencontohkan salah satu bentuk ketidakberesan pelayanan pertanahan yang tengah ia tangani, seperti permohonan pengembalian…

1 day ago

Hanya Bermodalkan Rp 500 Ribu, Makanan Basi Terdeteksi Lima Detik.

Dengan modal sekitar Rp 500 ribu, dua siswa kelas sembilan tersebut merancang alat yang dapat…

1 day ago