Dia menjelaskan karena jika jalur terisolir benar-benar tembus dan kualitasnya baik, hasil pertanian dari Keerom dan Kabupaten Jayapura bisa sampai ke Wamena dalam satu hari dan dampak nyatanya dirasakan oleh masyarakat langsung.
“Sehingga pembukaan jalur darat baru, seperti Wamena–Puncak–Puncak Jaya–Intan Jaya hingga Papua Tengah, sebagai upaya menciptakan pusat-pusat ekonomi baru di pegunungan,” katanya lagi.
Dia menambahkan selain infrastruktur, Gubernur Papua menilai penguatan sumber daya manusia Orang Asli Papua (OAP) harus berjalan seiring untuk memastikan pembangunan yang berkelanjutan dan berkeadilan.
“Kalau masyarakat sejahtera, Papua akan damai untuk itu saya berharap Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan bisa melihat hal tersebut ,” ujarnya. (antara)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Komite Nasional Papua Barat (KNPB) menilai bahwa tanggal 1 Mei 1963 adalah salah satu hari…
“Memasuki tahun 2027, kita berada pada tahap integrasi pembangunan. Berbagai upaya yang telah dibangun harus…
“Kota Jayapura, Keerom, Kabupaten Jayapura dan Sarmi menjadi pusat pertanian perkebunan yang akan kami bangun…
Meski dana Otsus terus mengalami peningkatan signifikan secara nominal, narasi kegagalan dalam menyejahterakan Orang Asli…
Suara Perempuan Papua Bersatu menggelar mimbar bebas di Lingkaran Abepura, Kamis (30/4). Sejumlah aspirasi dari…
Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo, menggandeng sejumlah tokoh masyarakat dan tokoh adat untuk bersama-sama mengimbau…