

Genangan air di jalan baru menuju pasar Youtefa Abepura sebelum tikungan Hotel Bunga Youtefa yang dikeluhkan warga maupun pelaku usaha, Jumat (14/10). (foto:Priyadi/Cepos)
JAYAPURA – Hujan deras yang mengguyur Kota Jayapura kembali menyingkap persoalan klasik infrastruktur. Di ruas jalan baru menuju Pasar Youtefa Abepura, tepatnya di tikungan menuju depan Hotel Bunga Youtefa, genangan air setinggi sekitar 20 sentimeter selalu muncul setiap kali hujan turun.
Kondisi ini sudah berlangsung lama dan hingga kini belum ada penanganan serius dari pemerintah. Genangan air yang bertahan hingga berhari-hari, bahkan seminggu itu mengganggu aktivitas warga dan pelaku usaha di sekitar lokasi, serta menimbulkan kemacetan karena banyak pengendara yang terpaksa mengambil jalur kanan untuk menghindari air.
Agus, pemilik bengkel di sekitar lokasi, mengaku resah dengan kondisi tersebut.
“Air yang menggenang di jalan ini surutnya lama sekali, bisa sampai seminggu kalau tidak ada panas. Tidak ada saluran air di sini, jadi air menggenang di jalan. Kalau ini tidak segera ditangani pemerintah, kasihan kami pelaku usaha. Pembeli enggan singgah karena tidak nyaman, dan lalu lintas pun jadi rawan kecelakaan,” keluh Agus, Jumat (24/10)
Hal serupa disampaikan Nando, salah satu pedagang di Pasar Youtefa. Ia menilai kondisi jalan yang selalu tergenang membuat warga enggan datang ke pasar.
“Kendaraan yang awalnya bersih jadi kotor setelah melewati jalan itu. Akhirnya banyak yang malas ke pasar. Kalau terus begini, tentu perputaran ekonomi terganggu, yang rugi bukan hanya pedagang tapi juga masyarakat,” ujarnya.
Page: 1 2
Kepala Lapas Wamena Lukas Aponno, SH menyatakan, meskipun saat ini Lapas Wamena mengalami over kapasitas,…
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Biak Kabupaten Biak Numfor, Turbey Onny Dageubun, S.Pi.,M.Si mengatakan, Festival…
Prakirawan BMKG Station II B Wamena Bahrul Iskandar menyatakan kabut asap yang menyelimuti kota Wamena…
Gubernur Papua Selatan Apolo Safanpo menegaskan pembangunan sektor kesehatan tidak cukup hanya dengan menyediakan gedung…
Kepala Seksi Pemberantasan Penyakit Menular Dinkes Papua, Purnomo Sidhi, mengatakan bahwa hingga September 2026…
Gubernur Papua Selatan, Apolo Safanpo, mengatakan pelatihan tersebut merupakan bagian dari pendidikan vokasi yang bertujuan…