

Wakil Rektor III Uncen Dr. Septinus Saa, SSos, MSi, saat konferensi pers, di Gedung FEB Uncen, Selasa (25/6). (foto: Karel/Cepos)
JAYAPURA-Wakil Rektor III, Bidang Kemahasiswaan Universitas Cendrawasih (Uncen) Dr. Septinus Saa, S.Sos.,M.Si mengatakan untuk tahun ajaran 2024/2025 Uncen mendapatkan kuota Beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) sebanyak 566 orang.
Kuota ini diberikan langsung oleh Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi kepada Uncen untuk tahun akademik 2024/2025. “Penerimannya sudah sebagian ikut seleksi wawancara,” jelas Septinus, Selasa (25/6) kemarin
Diapun menjelaskan untuk beasiswa KIP ini diberikan kepada mahasiswa yang memenuhi ketentuan yang berlaku. Saat ini sudah ada mahasiwa yang sedang mengikuti berbagai tahapan yang salah satunya tahap wawancara.
“Karena proses penerimaan mahasiswa melalui beberapa jalur, jadi yang jalur SNPB, SLSB, SNBT penerima KIP sudah ikut wawancara,” ungkapnya.
Sementara untuk jalur seleksi mandiri bersama (JSMB) akan mengikuti proses wawancara setelah hasil pengumuman di bulan Juli mendatang.
Meski tahun 2024 ini hanya 566 orang, namun pihak Uncen akan berupaya agar di tahun akademik 2025/2025 jumlahnya bisa naik dari sekarang. “Prinsipnya Beasiswa KIP ini ditentukan Kementrian, kami hanya melakukan proses untuk semua tahapan,” tegasnya.
Sementara itu, di tempat yang sama Wakil Rektor I Dr. Dirk.Y.P. Runtuboi, M.Kes, mengatakan untuk tahun akademik 2024 UKT di Uncen masih mengikuti UKT tahun akademik 2023.
“Kami tegaskan bahwa tidak ada kenaikan UKT tahun ini, ini sesuai dengan arahan Kemendikbud,” tegasnya.
Adapun UKT Uncen tahun 2023 dibagi dalam 10 kategorial, dengan nominal mulai dari Rp. 500 ribu sampai dengan Rp. 32 Juta. “Normalnya untuk reguler itu, 1 sampai 6 (juta),” jelasnya. (rel/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Publik juga khawatir dari kenaikan ini justru ada upaya mencari keuntungan sepihak termasuk menerapkan cara-cara…
Pengelola APMS Lasminingsih dan Anwarudin Wamena, Suyono mengaku sebenarnya kalau dikatakan pembiaran itu tidak, sebab…
Di balik lembaran berkas perkara yang menumpuk, ada kisah-kisah pilu tentang biduk rumah tangga yang…
Kepolisian Resor (Polres) Mimika tengah menyelidiki kasus penganiayaan berat yang menimpa seorang petugas keamanan swasta…
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Papua selaku Kepala Operasi (Kaops) Sikat Cartenz 2026, Kombes Pol…
elayanan kesehatan di daerah pedalaman Mimika masih menghadapi tantangan berat akibat keterbatasan fasilitas dan kebijakan…