Categories: METROPOLIS

Perairan Teluk Youtefa dan Danau Sentani Tercemar

Prof., Dr., Auldry Fransje Walukow, M.Si (Gamel Cepos)

JAYAPURA – Salah satu guru besar Universitas Cenderawasih, Prof.,  Dr., Auldry Fransje Walukow, M.Si  menyampaikan bahwa saat ini perairan Teluk Youtefa dan Danau Sentani telah tercemar. Meski masih dalam ambang ringan dan sedang namun jika tak disikapi dengan kebijakan pemerintah maka ada banyak dampak negatif yang akan diterima penduduk Kota Jayapura maupun Kabupaten Jayapura. “Banyak titik yang sudah tercemar dan jika tidak dilakukan antisipasi pencemaran air maka kondisi ekosistem di badan air Teluk Youtefa dan Danau Sentani akan mengalami pencemaran secara total pada seluruh permukaan air,” kata Prof Auldry di Auditorium Uncen belum lama ini.  

 Dampak yang paling memungkinkan menurut dosen Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan ini adalah produksi perikanan akan menurunan dan masyarakat yang mengkonsumsi ikan atau kerang akan mengalami dampak buruk bagi kesehatan. “Misalnya jika yang  terpapar kandungan logam berat, masyarakat akan mengalami kegagalan syaraf, kegagalan sistem kekebalan tubuh, IQ rendah dan ini yang kami khawatirkan karena  dampaknya itu akan terlihat pada 20 – 25 tahun ke depan, yang terkena adalah generasi kita nanti,” jelasnya. 

 Ia menyampaikan saat ini beberapa titik sampling di Danau Sentani maupun Teluk Youtefa terdapat pencemaran di badan air sehingga perlu penerapan Intalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). IPAL sendiri tidak hanya wajib digunakan oleh perusahaan atau badan usaha tetapi juga kawasan perumahan warga. Yang sudah menerapkan IPAL ini kata Auldry adalah kawasan rumah warna warni, APO yang disiapkan oleh Pemkot.  “Semua limbah masuk ke IPAL dulu sebelum ke badan air yang terhubung ke sungai dan Teluk Youtefa,” tegasnya. 

 Hanya saja menurut pria yang juga masuk dalam tim penilai dokumen lingkungan hidup di Jayapura ini hingga kini masih ada dunia usaha yang belum tertib, belum memiliki IPAL. “Ini seharusnya diberi sanksi tegas sebab dokumen ini akan mengatur semua air limbah, sampah, bahan beracun sehingga IPAL wajib ada,” pungkasnya. (ade/wen)

newsportal

Recent Posts

Aparat Gabungan Perketat Pengamanan di Jayawijaya

Langkah ini diambil guna menjamin keselamatan warga sipil serta menjaga keberlanjutan roda pelayanan publik di…

22 minutes ago

Satpol PP Merauke Siap Tertibkan Kendaraan Antre BBM di Badan Jalan

Kepala Satpol PP Kabupaten Merauke, Fransiskus Kamijay, mengatakan penertiban tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga…

1 hour ago

Pelaku Penikaman di KM 10 Timika Ditangkap

Kedua pelaku diringkus petugas di Kampung Nduga, Kilometer 11, pada Minggu (13/9) pagi sekira pukul…

2 hours ago

Tak Hanya Kesiapan Armada dan Perlengkapan, Akses Jalan Juga Perlu Dievaluasi

   Salah satu yang menjadi perhatian adalah kebutuhan penambahan armada dan fasilitas pemadam kebakaran. Menurut…

2 hours ago

Percepatan Rehablitasi dan Rekonstruksi Pasca Konflik di Wouma Menkopojukan Gelar Rakor

Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Kemenko Polkam) Republik Indonesia, menggelar Rapat Koordinasi (Rakor)…

3 hours ago

Seni Budaya dan Kuliner Bisa Jadi Kekuatan Pariwisata Kabupaten Jayapura

Ketua Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Papua, Nicky Mehue, mengatakan pihaknya siap berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten…

4 hours ago