Categories: METROPOLIS

Potensi Hujan Masih Terjadi, Masyarakat Diimbau Waspada

JAYAPURA – Beberapa hari terakhir Kota Jayapura dan sekitarnya diguyur hujan dan angin kencang. Kondisi ini mengakibatkan sejumlah pohon di beberapa titik di jalan kota Jayapura tumbang. Tak hanya itu lapak dan tenda jualan milik pedang kaki lima di pinggiran jalan, toko, dan pasar tanpak sebagian memilih tubuh karena cuaca tidak mendukung.

  Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) wilayah V Jayapura memperkirakan kondisi ini akan terjadi hingga satu pekan ke depan. Untuk itu masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi longsor di daerah lereng atau perbukitan.

   Demikian yang disampaikan Ketua Tim Layanan Meteorologi Publik, BMKG Wilayah V Jayapura, Ezri Ronsumbre, saat dihubungi Cenderawasih Pos, Kamis (24/10).

  Ezri menjelaskan monitoring Musim Hujan Papua pada Dasarian II, Oktober 2024 menunjukkan bahwa wilayah Zona Musim (ZOM) tipe Monsunal 2, meliputi Kabupaten Jayapura dan Kabupaten Keerom bagian selatan, telah mulai memasuki periode musim hujan.

   Sementara itu wilayah Kota Jayapura, Kabupaten Keerom bagian utara, dan enam kabupaten lainnya mengalami hujan sepanjang tahun karena termasuk tipe hujan satu musim. Secara umum, kata Ezri, pola hujan di Provinsi Papua dipengaruhi angin monsun, sehingga curah hujan di wilayah dengan dua musim maupun satu musim akan meningkat selama periode angin Monsun Baratan, atau saat gerak semu matahari berada di belahan bumi Selatan.

   Dia mengatakan saat ini, gerak semu matahari telah meninggalkan garis ekuator menuju selatan, menyebabkan pemanasan suhu muka laut di wilayah utara Papua dan peningkatan suplai uap air, yang memicu lebih banyak hujan.

   “Dinamika atmosfer terkini menunjukkan anomali suhu muka laut lebih dari +1°C di atas rata-rata, dengan akumulasi uap air yang tinggi di atmosfer Papua. Ini kondisi normal menjelang pergantian musim atau monsun dari monsun timur menjadi monsun barat akibat gerak semu matahari. Sehingga cuaca didominasi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, kadang disertai badai guntur dan angin kencang,” jelas Ezri.

   Tak hanya itu, Ezri juga menjelaskan pada wilayah utara pulau Papua juga terdapat adanya pola siklonik yang dapat menyebabkan pertumbuhan awan-awan konvektif yang berpengaruh terhadap peningkatan curah hujan khususnya di wilayah utara Papua.

Page: 1 2

Juna Cepos

Recent Posts

Seorang Nelayan Ditemukan Tewas di Bawah Dermaga Poumako

Insiden ini menarik perhatian luas setelah proses penemuan korban disiarkan secara langsung melalui media sosial…

11 hours ago

Sebagian Dokter Spesialis RSUD Merauke Pilih Mogok

Sebagian dokter spesialis Rumah Sakit Daerah (RSUD) Merauke memilih mogok kerja pada Sabtu (9/5). Mereka…

13 hours ago

Hari Ketiga Pencarian Korban Jembatan Putus Belum Membuahkan Hasil

Kapolres Jayawijaya melalui Kasat Binmas Polres Jayawijaya Iptu. Zabur Esomar pencarian dimulai sejak pukul 08.20…

14 hours ago

Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otsus Papua Kunjungi Kab. Yalimo

Kunjungan rombongan tersebut ke Yalimo didampingi oleh Wakil Gubernur Provinsi Papua Pegunungan Dr. Ones Pahabol. …

15 hours ago

PK-HAM Papua Minta Negara Harus Hadir Untuk Cegah Konflik dan Perlindungan Warga Sipil

Ketua PAK-HAM Papua Dr. Methodius Kossay, SH,.M.Hum, CT,.CMP menyatakan negara harus hadir secara nyata dalam…

16 hours ago

Bentuk Program Ketahanan Pangan Berbasis Lokal Wabub Jayawijaya Panen Ikan Di Silokarno Doga

Wakil Bupati Jayawijaya Ronny Elopere, S.IP, M.KP menyatakan dalam panen raya ikan air tawar, pemerintah…

17 hours ago