

JAYAPURA – Moment Hari Anak Nasional yang jatuh pada 23 Juli kemarin rupanya ikut dicermati oleh Komisi V DPR Papua. Sekretaris Komisi V, Nathan Pahabol mengaku sedikit kecewa dengan hari tersebut mengingat tak ada sesuatu yang terlalu wah yang dilakukan pemerintah Provinsi, pemerintah Kota maupun Kabupaten.
Anak yang harusnya mendapatkan hari emasnya terkesan hanya dilewatkan begitu saja. Apalagi hak-hak anak lanjut Pahabol banyak yang tak dipenuhi. Ruang untuk bermain dan belajar saat ini terabaikan.
“Kami mencatat bahwa hingga kini masih banyak hak- hak anak yang belum dipenuhi. Hari anak nasional kemarin saya lihat tak ada kegiatan yang luar biasa yang dilakukan pemerintah provinsi, kota maupun kabupaten. Biasa-biasa saja,” jelas Nathan di ruang kerjanya, Rabu (24/7).
Ia menjelaskan secara theologi, anak itu titipan Tuhan dan akan terus mewariskan apa yang dititipkan orang tuanya dan anak harus dijaga. Namun dari segi budaya anak-anak di Papua ini lahir dari berbagai latar belakang budaya.
“Nah disini juga harus dipahami orang tua khususnya para kaum pria bahwa anak bukan hanya diusur oleh ibunya tetapi keduanya. Seorang suami jangan hanya tau menghamili lalu membiarkan anak dididik oleh ibunya, bukan seperti itu. Harus dibina bersama,” sindirnya.
Terkait hari anak ini kata Nathan ia melihat kondisi anak saat ini sangat memprhatinkan seolah-olah. Anak-anak di Papua masih mengalami situasi yang sulit dan semakin mengkhawatirkan.
“Iman, karakter, moral itu masih mengkhawatirkan. Ada yang hisap aibon, minta – minta uang, tidak sekolah termasuk pengaruh lingkungan. Ruang untuk mereka bermain tak ada akhirnya hanya berkutat dengan Hp. Meminta uang mengisi pulsa dan memanfaatkan teknologi yang ada dan ini minim pengawasan bermain hingga larut malam. Ada banyak koreksi soal ini dan kita semua harus buka mata,” pungkasnya. (ade)
Jelasnya praktik kekerasan berbasis gender, kekerasan seksual, serta diskriminasi struktural maupun kultural dialami perempuan Papua…
Kepala Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan dan Perikanan Papua Selatan, Paino ditemui media ini disela-sela pembahasan…
Petrus Assem menjelaskan, penanaman tebu di Merauke tersebut untuk industry gula dengan produk turunannya bioethanol…
Di tengah desakan kelompok warga yang menuntut pengukuhan lembaga adat, Bupati Mimika Johannes Rettob memilih…
al ini disampaikan langsung Direktur Eksekutif ALDP, Latifah Anum Siregar kepada Cenderawasih Pos melalui keterangan…
Perum Bulog Kantor Cabang (KC) Timika mulai mematangkan persiapan penyaluran bantuan pangan berupa beras dan…