Tambah Kepsek pihaknya turut mengikuti kebijakan pemerintah Kota Jayapura. Ia menyampaikan, sesuai dengan instruksi Wali Kota Jayapura untuk SPMB tahun ajaran 2025 semua siswa baru diarahkan untuk membeli baju di luar sekolah, dikarenakan pihak sekolah tidak lagi menyediakan.
“Sesuai dengan instruksi bapa walikota, mereka (Siswa baru) beli di luar sekolah. Kita mengikuti saja kebijakan dari beliau (Walikota Jayapura),” kata Amarta.
Frans menjelaskan, di SMKN 3 Jayapura memiliki banyak jenis baju diantaranya, baju praktek, seragam batik, seragam identitas, dan lainnya. Frans mengkhawatirkan siswa baru bisa melengkapi dengan seragam itu, mengingat ketersediaan alat dan barang di Papua khususnya di Kota Jayapura terbatas untuk memenuhi kebutuhan yang ada. (kar/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Penangguhan ini memicu kekhawatiran atas keberlangsungan distribusi nutrisi bagi masyarakat di wilayah tersebut. Krisis operasional…
Bisakah Persipura menjawab dahaga publik yang sudah empat tahun menunggu agar bisa tampil di kancah…
Meski sebagai tim tamu, Ade merasa anak asuhnya tak gentar sama sekali. Ia mengaku pemainnya…
Perjalanan karier Asker Nazhafaliev di sepak bola profesional terbilang relatif singkat dan tidak diwarnai nilai…
Ketua panitia penyelenggara pertandingan Persipura Jayapura, Alberto Itaar, mengatakan bahwa pertandingan play-off promosi Persipura versus…
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua memfasilitasi nonton bareng (nobar) pertandingan Persipura Jayapura melawan Adhyaksa FC pada…