Direktur LBH Papua Merauke, Teddy Wakum, berharap film tersebut mampu memperkuat solidaritas publik dalam memperjuangkan hak-hak Masyarakat Adat Papua.
“Kurang apa masyarakat adat berjuang dari tingkat paling bawah sampai ke kementerian dan lembaga di Jakarta, tapi apakah ada keberpihakan? Kita masyarakat Papua, masyarakat adat, paitua, anak muda, tokoh gereja, adat, agama, semua kawan aktivis, harus bersatu untuk mengakhiri penderitaan yang sudah terlalu panjang ini,” ujarnya.
Sementara itu, Juru Kampanye Hutan Greenpeace Indonesia, Asep Komarudin, mengatakan pemutaran film dan diskusi publik diharapkan tetap berlanjut meski film telah tersedia secara daring. “Kami berharap nobar dan diskusi terus menjadi ruang konsolidasi untuk membicarakan langkah ke depan,” katanya.
Sutradara film, Cypri Paju Dale, berharap Pesta Babi menjadi rujukan dalam diskusi mendalam mengenai Papua dan situasi sosial ekologis yang tengah berlangsung. “Film ini bukan hanya untuk diketahui, tetapi meminta tanggapan dan jawaban atas situasi yang sedang terjadi,” pungkasnya. (fia/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Page: 1 2
AKP Putut mengatakan bahwa saksi yang diperiksa diantaranya adalah pemilik bengkel serta teman-teman korban. Selain…
Kapolres Jayawijaya melalui Kasat Narkoba Iptu Jan Benyamin Saragih, SH menyatakan suburnya pembudidayaan ganja dan…
Setiap penumpang yang memiliki tiket, baik penumpang dengan fasilitas seat maupun non-seat secara otomatis mendapatkan…
Rencana penataan dan peninggian jalan di Konya ini sebenarnya sempat disambut antusias oleh masyarakat Kampung…
Langkah terobosan ini ditujukan untuk memberikan kepastian kesejahteraan, menjamin keberlangsungan pelayanan kesehatan bermutu, serta mendor
Aksi kejahatan tersebut terjadi ketika sejumlah guru dalam perjalanan kembali menuju pusat kota Wamena usai…