Categories: METROPOLIS

Tidak Ada Atap di TPU Kristen Buper Waena

JAYAPURA-Kebiasaan masyarakat, yang membuatkan rumah makam atau atau kuburan seperti di TPU Tanah Hitam Abepura, hal ini tidak bisa dilakukan di TPU Kristen Buper Waena. Pasalnya, semua makam diatur dengan ukuran yang sama, sehingga terlihat lebih teratur dan rapi.

   Koordinator pengelola/penjaga kuburan Buper Waena Hasan   mengatakan untuk perkebunan umat kristen tidak lagi menggunakan bangunan beton atau atap, tetapi akan ada batu nisan dan ditanami rumput.

   “Salib tetap ada, tapi ada nisannya dan akan ditanam rumput. Kalau dia punya batu nisan dan marmer itu ukurannya 20 X 30 cm sama dengan muslim. Jadi semua sama, yang membedakan itu cuman Kristen cat warna hitam dan Muslim cat putih,” katanya.

  Untuk salib sendiri sudah pasti akan dibawa dari rumah duka, di mana ketika mereka membeli peti pasti akan ada salib, sehingga tidak disiapkan oleh pemerintah. “Salib ini yang mereka bawa pasang, ukuran galian 2 meter  dan anak anak  lebar 1 Meter kali 50 Centi,” katanya.

  Jadi, tidak ada bangunan seng tidak ada atap-atap tapi akan dipakai rumput dan jarak  dari kuburan satu ke kuburan yang lain itu 40 cm sementara timbunan ke atas kuburan itu hanya 30 cm.

  “Jadi di sini (Pemakaman Kristen Waena) itu kuburan tidak akan dibangun besar, mau dia orang kaya kah  atau orang miskin tetap sama, tidak ada bangunan beton atau seng lagi,” katanya.

  Hasan juga mengakui bahwa setelah dijelaskan bahwa kuburan ini akan dilakukan menjadi ruang terbuka hijau dengan ditata rapi tanpa ada atap, masyarakat memahami dan mereka sepakat untuk beberapa jenazah yang telah dikuburkan.

  “Masyarakat kebanyakan mereka mendukung, karena dengan begitu kita datang juga tidak menghambat serta masyarakat yang mau melakukan penguburan juga tidak terhambat, kalau di tanah hitam kan kadang kita angkat jenazah kena seng bahkan masyarakat yang datang juga bisa terkena bangunan yang dibangun, Tetapi kalau begini kan mereka bisa melihat taman yang tersusun rapi dengan mengunjungi keluarga mereka yang sudah meninggal,” katanya.

  Ditambahkan bahwa untuk saat ini TPU Kristen ini sudah ada  20 Jenasah yang dimakamkan sementara muslim telah mencapai 1600 lebih yang telah dikubur. Pada saat lebarang, juga banyak warga yang berziarah ke TPU muslim. (oel/tri)

newsportal

Recent Posts

Wali Kota: SPMB di Sekolah Negeri Gratis!

Terkait Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) ini, Wali Kota Jayapura, Dr. Abisai Rollo menegaskan bahwa…

1 day ago

Tuntutan 13 Tahun Penjara Agar Ada Efek Jera

Kepala Kejaksaan Negeri Jayawijaya, Sunandar Pramono, SH, MH mengatakan dari 9 terdakwa kasus korupsi dana…

1 day ago

MRP Kecewa, Tak Bisa Bertemu Bupati dan Wabup Jayapura

Kelompok Kerja (Pokja) Adat Majelis Rakyat Papua (MRP) Papua mengaku kecewa karena tidak dapat bertemu…

2 days ago

Besok, Wapres Dijadwalkan Kunjungi Asmat

Gubernur Apolo menjelaskan, dalam rangka kunjungan tersebut, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Papua…

2 days ago

Pemerintah Jangan Korbankan Tanah Adat

Menurut Emanuel Gobay, yang juga anggota Koalisi Penegak Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) Papua,…

2 days ago

6 SPPG Mimika yang Dibekukan Segera Beroperasi Kembali

​Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan enam Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Mimika, Papua…

2 days ago