Lanjut dia, selama ini Pemerintah sudah memberikan perhatian berupa pelatihan skill terhadap anak-anak Papua, namun itu tidak cukup untuk menjadikan anak-anak Papua bisa bersaing di dunia kerja. Sementara yang dibutuhkan itu bukan skill saja tetapi soft skill juga sangat dibutuhkan.
“Mereka mengikuti pelatihan komputer tetapi setelah itu mereka tidak mencari kerja, kalau skill itu gampang belajar otodidak pun bisa, soft skill itu yang sulit, jadi itu yang saya perhatikan,” ungkapnya.
Karena merasa prihatin dengan kondisi itu, maka di tahun 2015 dirinya memutuskan untuk mundur sebagai HRD di beberapa perusahaan. Pria lulusan Gajah Mada itu kemudian, mulai menekuni ptofesi barunya yang bergerak di bidang pelatihan soft skill ini.
Dalam kesempatan kali ini, dirinya melatih sebanyak sekitar 700 anak-anak Papua, yang dilatih secara gratis. Mereka diajarkan bagaimana melamar pekerjaan lalu kemudian bersaing di dunia kerja dengan mengembangkan soft skillnya.(roy/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Juru bicara (Jubir) PN Jayapura, Rahmat Selang, S.H., M.H mengatakan pada sidang pertama kali digelar,…
Satuan Reserse Narkoba Polres Jayapura mencatat penanganan tujuh kasus narkotika sepanjang Januari hingga Maret 2026.…
Menurutnya, dalam periode tersebut terjadi penurunan jumlah warga sebanyak 3.425 orang. Di sisi lain, terdapat…
Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Papua menyebut 128 produk usaha mikro, kecil, dan menengah…
Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Papua terus memperkuat pembinaan terhadap pelaku usaha mikro, kecil,…
Ahli waris tanah adat Emmaleuw Bhelle, Daud Felle, menyampaikan kekecewaannya terhadap tindakan aparat yang membuka…