

Salah satu petani kopi asal Genyem, Kabupaten Jayapura yang hadir di Festival Kopi yang digelar Bank Indonesia, di eks Terminal PTC Entrop, Sabtu (20/9) malam. (foto:Elfira/Cepos)
JAYAPURA – Kepala Biro Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Provinsi Papua, Andry menyebut, pengembangan kopi Papua berkontribusi terhadap peningkatan pendapatan asli daerah (PAD).
Ia menyebut, meski tidak secara langsung. Namun, pertumbuhan ekonomi dari sektor kopi bisa berdampak pada sektor lain, mulai dari perdagangan, transportasi, hingga pajak daerah.
“Nah, tumbuhnya ekonomi itu akan berdampak ke PAD. Karena masyarakat sudah bisa menghasilkan pendapatan sendiri, dengan begitu, mereka bisa membeli kendaraan yang nantinya kendaraan tersebut bisa menjadi sumber pajak daerah,” terangnya kepada wartawan, Senin (22/9).
Andry pun menyebut bahwa pentingnya kolaborasi berbagai pihak dalam mendorong hilirisasi kopi. Sebab menurutnya, langkah ini tidak hanya meningkatkan nilai tambah produk, tetapi juga membuka peluang lapangan kerja baru bagi masyarakat.
“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri, untuk itu pentingnya kolaborasi yang melibatkan perbankan, pengusaha lokal dan unsur terkait. Kami pemerintah akan mendukung sesuai kewenangannya, misalkan regulasi dan lainnya,” ungkapnya.
Page: 1 2
Kepala Penerangan Koops TNI Habema, Letkol Inf M. Wirya Arthadiguna, menyatakan evakuasi dilakukan setelah pihak…
Krisis pangan dan air bersih melanda ratusan warga di tiga distrik terisolasi Kabupaten Puncak, Papua…
Seratusan orang yang terdiri dari pelajar dan guru di SMAN 5 Jayapura, diduga keracunan makanan…
Badan Gizi Nasional (BGN) mengembalikan Rp311,2 miliar ke kas negara setelah menemukan anomali pada 414…
Kondisi ini diperkirakan kian mengkhawatirkan karena potensi aktifnya fenomena Indian Ocean Dipole (IOD) Positif pada…
Karena itu, Kemenkeu saat ini tengah menghitung kebutuhan tambahan anggaran yang diperlukan untuk menambal kekurangan…