Categories: METROPOLIS

Kadistrik Akui Ada Kos-kosan yang Nakal

JAYAPURA – Kepala Distrik Abepura, Dionisius Deda tak menampik soal laporan yang menyebutkan jika ada kos – kosan di wilayahnya yang tak memiliki bak penampungan limbah. Dari pengamatannya selama ini diakui masih ada kos – kosan yang nakal. Yang hanya bangun  gedung tanpa menyiapkan space atau ruang untuk pembuangan limbah yang akhirnya dibuang langsung ke kali ataupun sungai.

 Terkait ini Dion mengaku sudah meminta lurah dan kepala seksi  untuk turun mengecek langsung. “Saya masih menunggu laporan dari lapangan. Dan soal tempat usaha yang tak memiliki bak penampungan limbah ini sebenarnya mirip dengan pembuangan limbah kandang babi di kali acay yang sudah kami tutup,” beber Dionisius di ruang kerjanya, Senin (23/8). Ia menyampaikan dalam kurun waktu 2 tahun terakhir ketika dilakukan penilaian kota sehat, pihak distrik juga sudah memberi peringatan untuk bangunan yang tak memiliki penampungan limbah untuk segera disiapkan namun ternyata masih ada yang sembunyi – sembunyi.

 “Ada pemilik kos yang memang nakal padahal ini sempat menjadi perhatian wali kota dan kami meminta mereka buat septic tank. Kami akui  banyak kos – kosan yang nakal. Mereka sembunyikan pipa pembuangan sehingga memang tidak terlihat padahal langsung di buang ke bantaran kali atau sungai,” tambahnya. Alasan yang disampaikan adalah drainase air padahal pipa pembuangan dari WC. “Ini Sedikit sulit terpantau karena kami tidak lihat pangkal pipanya tapi soal ini sebenarnya  ditangani dinas,” sambung Dion. 

 Yang dilakukan distrik hanya merekomendasi soal kesesuaian bangunan, persyaratan domisili dan lokasi milik pribadi atau sewa sedangkan yang turun mengecek adalah tim teknis terpadu. Pihak distrik berharap bisa dilibatkan sebab jika ada pengaduan justru pihak distrik yang menerima dan menangani pertama. “Ini sekalian peringatan untuk yang belum punya bak penampungan limbah untuk segera  melengkapi atau kami akan bersurat ke Satpol PP untuk selanjutnya diteruskan ke KTSP dan diambil tindakan,” tegas Dion.

 Lokasi yang disebutkan masih sering ditemukan kata Dionisius adalah Kali Acay, Kali Sborhonyi termasuk drainase di samping SPBU Kampkey yang dibangun kandang – kandang ternak. “Ini yang harusnya diatensi hanya lokasi inspeksinya tidak ada. Misal jalan disamping SPBU Kampkey tidak ada jalan inspeksi namun ternyata di atas ada yang nakal,” tutupnya.   (ade/wen)

newsportal

Recent Posts

Target Tahun 2028, Matangkan Persiapan dari Administrasi, Regulasi hingga Anggaran

Kewenangan pengelolaan sekolah SMA/K di Papua seolah seperti permainan ping pong, antara pemerintah kabupaten/kota dengan…

6 hours ago

Rawan Cerai, Anak Muda Jangan Buru-buru Menikah

Pernyataan ini menekankan bahwa pernikahan bukan sekadar ikatan formal atau pemenuhan tradisi, melainkan komitmen jangka…

7 hours ago

Jelang Kunjungan Mendagri Kabupaten Jayapura Benahi Wajah Daerah

Dalam arahannya, Haris Yocku meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) bergerak cepat melakukan penataan kawasan…

11 hours ago

Warga Diminta Kesadaran Bayar Retribusi Sampah

Untuk mendukung operasional pengangkutan sampah tersebut, pemerintah menetapkan biaya retribusi. Pares menekankan bahwa nilai nominal…

12 hours ago

Temukan Kecurangan Distribusi BBM, Warga Diminta Lapor

rea Manager Communication Relations and CSR Papua Maluku Ispiani Abbas mengimbau masyarakat untuk turut berperan…

13 hours ago

Kebobolan, Sejumlah Tahanan Lapas Abepura Kabur

Pengamanan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Abepura, Kota Jayapura, kecolongan. Enam orang tahanan kasus…

14 hours ago