

Pengamat Ekonomi Uncen, Kurniawan Patma, S.E, M.Ak ( FOTO: Yewen/Cepos)
JAYAPURA- Wabah Covid-19 benar-benar telah meluluhlantakan sendi-sendi perekonomian Indonesia, bahkan sampai ke daerah-daerah, semua terkena dampak. Setiap Pemda baik provinsi maupun Kabupaten/Kota melakukan refocusing atau memotong anggaran operasional, program Dinas atau OPD untuk melawan Covid-19.
Pengamat Ekonomi Universitas Cenderawasih yang juga merupakan Dosen Akuntansi Universitas Cenderawasih, Kurniawan Patma, S.E, M.Ak mengatakan bahwa memasuki era new normal di tengah-tengah pandemi Covid-19 ini, maka Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) harus diefektivitas untuk menumbuhkan denyut nadi ekonomi di Papua.
Oleh karena itu, menurut Kurniawan dalam pembahasan APBD yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah (Pemda) dan DPR Papua maupun di Kabupaten/Kota sebaiknya membahas anggaran yang berkaitan erat dengan menumbuhkan kembali sektor perekonomian di Papua.
“Anggaran-anggaran yang tidak terlalu penting seperti perjalanan dinas, kemudian bisa dihilangkan atau diefektivitas anggaran, sehingga anggaran yang disahkan nanti betul-betul digunakan untuk menumbuhkan denyut nadi perekonomian di Papua sebagai akibat dari resesi ekonomi yang terjadi,” katanya kepada Cenderawasih Pos di Waena, Kamis (23/7) kemarin.
Selain itu, menurut Kurniawan Pemerintah perlu meminta pertimbangan dari para akademisi-akademisi dari bidang ekonomi maupun bidang-bidang lainnya, sehingga memberikan masukan-masukan dari berbagai sudut pandang untuk membicarakan masalah dalam menghadapi resesi ekonomi di Papua melalui FGD.
Kata Kurniawan, Pemerintah harus membuat pemetaan mengenai para pelaku ekonomi dan masyarakat yang benar-benar terdampak dari resesi ekonomi ini, sehingga bisa mencari format dalam penanganannya. Salah satu hal yang harus dilakukan adalah memberikan suntikan dana maupun membangun literasi digital kepada para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di tengah-tengah pandemi Covid-19 saat ini.
“Saya kira Pemerintah harus sudah bergerak untuk membangun literasi digital, khusus bagi mereka yang menjadi korban dan merupakan pelaku UMKM, sehingga membangun literasi digital merupakan salah satu solusi dalam menghadapi resesi ekonomi di Papua,” ujarnya. (bet/wen)
Mofu mengungkapkan bahwa HONAI dibentuk sebagai ruang bersama untuk menjawab berbagai persoalan kemanusiaan, terutama…
Menurutnya, setiap penggunaan tanah masyarakat adat untuk kepentingan umum seharusnya telah melalui proses yang…
Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Papua, Kombes Pol Parasian H. Gultom, mengungkapkan bahwa…
Pertemuan yang dikemas dalam bentuk sidang pleno ini menjadi momentum penting untuk merumuskan agenda…
Penjabat Sekretaris Daerah Papua Christian Sohilait, mengatakan penertiban kendaraan dinas dilakukan karena masih terdapat…
Rustan meminta seluruh warga terdampak, khususnya para pengungsi, untuk tetap bersabar sembari pemerintah mematangkan…