Lucky Ireeuw memberikan materi dasar jurnalistik termasuk kode etik jurnalistik. Ia menyampaikan bahwa antusias para murid sangat tinggi dan dari pelatihan tersebut ada banyak tulisan yang mulai terstruktur.
“Kami berikan pelatihan sekaligus praktek dan hasilnya tulisan adik-adik ini sudah cukup bagus,” jelas Lucky.
Usai pelatihan, Lucky nampak kagum karena tidak menyangka para peserta pelatihan yang berjumlah 60 orang ini adalah calon imam. Dengan belajar jurnalistik ia berharap para calon imam ini bisa melihat sebuah persoalan secara objektif kemudian disikapi secara bijak.
“Kami senang bisa memberikan pelatihan, semoga dari sini nantinya ada bekal untuk para calon imam belajar lebih bijak dalam mensikapi hal-hal di luar sana,” tutup Lucky.
Sementara itu, RD. Yohanes Budiyanto Utun selaku Rektor Seminari Menengah St. Fransiskus Asisi, mengapresiasi kegiatan pelatihan ini. Ia berharap dari pelatihan dua hari murid-muridnya bisa lebih bijak dalam menerima informasi dan mampu mengolah informasi menjadi sesuatu yang bermanfaat (ade/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Festival Danau Sentani (FDS) XV tidak hanya menjadi panggung seni dan budaya, tetapi juga membuka…
Pemerintah Kabupaten Lanny Jaya melalui Dinas Kesehatan resmi mengutus Tim Kesehatan untuk menangani dampak bencana…
Kapolres Merauke AKBP Leonardo Yoga mengatakan, insiden tersebut bermula dari ulah seorang oknum warga setempat…
Pemkab Lanny Jaya juga berencana menyampaikan kondisi tersebut kepada pemerintah pusat dan mendorong adanya dukungan…
Pemerintah Kabupaten Lanny Jaya kembali bergerak menangani dampak bencana hujan es yang melanda masyarakat di…
Bupati Jayawijaya Atenius Murib, SH, MH menegaskan beras bantuan pangan yang telah di keluarkan pemerintah…