Lucky Ireeuw memberikan materi dasar jurnalistik termasuk kode etik jurnalistik. Ia menyampaikan bahwa antusias para murid sangat tinggi dan dari pelatihan tersebut ada banyak tulisan yang mulai terstruktur.
“Kami berikan pelatihan sekaligus praktek dan hasilnya tulisan adik-adik ini sudah cukup bagus,” jelas Lucky.
Usai pelatihan, Lucky nampak kagum karena tidak menyangka para peserta pelatihan yang berjumlah 60 orang ini adalah calon imam. Dengan belajar jurnalistik ia berharap para calon imam ini bisa melihat sebuah persoalan secara objektif kemudian disikapi secara bijak.
“Kami senang bisa memberikan pelatihan, semoga dari sini nantinya ada bekal untuk para calon imam belajar lebih bijak dalam mensikapi hal-hal di luar sana,” tutup Lucky.
Sementara itu, RD. Yohanes Budiyanto Utun selaku Rektor Seminari Menengah St. Fransiskus Asisi, mengapresiasi kegiatan pelatihan ini. Ia berharap dari pelatihan dua hari murid-muridnya bisa lebih bijak dalam menerima informasi dan mampu mengolah informasi menjadi sesuatu yang bermanfaat (ade/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Komite Nasional Papua Barat (KNPB) menilai bahwa tanggal 1 Mei 1963 adalah salah satu hari…
“Memasuki tahun 2027, kita berada pada tahap integrasi pembangunan. Berbagai upaya yang telah dibangun harus…
“Kota Jayapura, Keerom, Kabupaten Jayapura dan Sarmi menjadi pusat pertanian perkebunan yang akan kami bangun…
Meski dana Otsus terus mengalami peningkatan signifikan secara nominal, narasi kegagalan dalam menyejahterakan Orang Asli…
Suara Perempuan Papua Bersatu menggelar mimbar bebas di Lingkaran Abepura, Kamis (30/4). Sejumlah aspirasi dari…
Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo, menggandeng sejumlah tokoh masyarakat dan tokoh adat untuk bersama-sama mengimbau…