Categories: METROPOLIS

Akhirnya, DPRD Kota Bicara Soal Atap GOR Waringin

JAYAPURA-Setelah tiga pekan pasca banjir, DPRD Kota Jayapura akhirnya angkat suara terkait runtuhnya atas GOR Waringin Kotaraja. Padahal lokasinya bersebelahan dengan gedung DPRD atau hanya beberapa meter dari kantor wakil rakyat ini.

   Disini usai  meminta penjelasan dari Kepala Dinas PU Kota Jayapura, Nofdi Rampi, DPRD yang dipimpin ketuanya, Abisai Rollo langsung menyambangi lokasi GOR dan melihat kondisinya. “Semua roboh,” kata Abisai Rollo  menjawab pertanyaan Cenderawasih Pos, Sabtu (22/1).

  Ia menjelaskan bahwa dari  penjelasan dan  pemantauan langsung di lokasi GOR disebutkan ada pekerjaan yang belum selesai, sehingga belum dibayarkan dan tersimpan anggaran sebesar Rp 5 miliar. Dana ini diproyeksikan akan digunakan untuk perbaikan. Hanya Rollo tidak tahu persis dana Rp 5 miliar ini apakah dana yang tersimpan dari pembayaran pekerjaan atap sebelumnya atau darimana.

  “Yang jelas itu belum dibayarkan dan nantinya dana itu yang digunakan untuk perbaikan. Kalau ada pembayaran yang belum dibayarkan saya pikir itu persoalan internal dan kami tidak mengurus itu. Intinya itu fasilitas umum yang harus dibangun kembali dan menjadi tanggungjawab pemerintah,” tegasnya.

   Ia meminta jika bisa dilakukan secepatnya, tentu lebih baik tapi ini juga perlu melihat ketersediaan anggaran. “Bila ada dana yang bisa digunakan ya silahkan digunakan tapi jika tidak maka bisa dianggarkan pada perubahan anggaran atau perubahan anggaran dan anggaran tahun 2023,” bebernya.

   Dinas PU sendiri lanjut Rollo sudah membicarakan dengan pihak kontraktor dan dikatakan siap dibangun. “Saya tidak tahu apakah menggunakan kontraktor yang sama atau seperti apa yang jelas ini sudah 2 kali dan sudah di-police line jika ada persoalan lain silahkan diatur tapi kami hanya sampaikan ini fasilitas umum yang harus dipastikan dibangun kembali. Kita bersyukur itu terjadi setelah PON dan tidak ada korban,” pungkasnya.

    Hanya sayangnya Kadis PU Kota sendiri lebih  banyak memilih diam. Ia merupakan pejabat yang tidak mudah memberikan statemen kepada media apalagi terkait kerusakan – kerusakan pasca banjir. Padahal ada sejumlah pekerjaan infrastrktur yang rusak meski  belum lama dikerjakan dan membutuhkan penjelasan dan keterbukaan. (ade/tri)

newsportal

Recent Posts

Tiga Anggota KKB Kodap XVI Yahukimo Tewas Ditembak

Mereka dilumpuhkan dalam operasi penegakan hukum di kawasan KM 4 Logpon, Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo,…

2 hours ago

Nerlince Wamuar Rollo Raih Penghargaan Nasional

Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kepemimpinannya dalam mengembangkan program kesejahteraan keluarga yang berpijak…

6 hours ago

Ondoafi Marweri Contoh Konkrit Perubahan dari Kampung

Dihadapan warganya yang berjumlah sekitar 200 orang ini, malam itu Ondoafi Marweri meminta anak-anak muda…

12 hours ago

Persoalan Sampah di Kab. Jayapura Bak Benang Kusut

Padahal produksi sampah terus berjalan setiap hari, satu hari saja tak diangkut bisa bermasalah, apalagi…

1 day ago

Polisi Bantarkan Tersangka Kasus Ibu Bakar Anak di Sentani

Keputusan tersebut diambil setelah hasil pemeriksaan medis menyatakan tersangka mengalami sakit berat dan membutuhkan penanganan…

1 day ago

Sukses Besar Dalam 60 Tahun

Inggris unggul lebih dulu atas Prancis dengan skor 4-0 di babak pertama berkat gol Declan…

1 day ago