Selain menyerahkan bantuan, Juliana juga mengingatkan soal agenda penting demokrasi di Papua, yakni Pemungutan Suara Ulang (PSU) Gubernur Papua yang dijadwalkanberlangsung pada 6 Agustus 2025. Ia mengajak seluruh masyarakat, khususnya para inu ibu di gereja maupun di Masjid untuk berpartisipasi aktif menggunakan hak pilih.
“Jangan Golput, satu suara sangat menentukan masa depan Papua. Demokrasi membutuhkan partisipasi kita semua,” tegasnya.
Sebagai ASN, ia menegaskan tetap menjaga netralitas. Namun, secara moral, ia merasa bertanggung jawab untuk mendorong masyarakat berpartisipasi dalam proses demokrasi.
“Kami tidak berpihak. Tapi saya punya tanggung jawab untuk mengajak masyarakat, khususnya ibu-ibu, datang ke TPS dan gunakan hak pilihnya dengan bijak,” ujarnya (rel/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri menyebut efisiensi anggaran bagi pemerintah daerah masih berlanjut pada 2027. Para…
Merespon terkait dengan itu, Pengamat Kebijakan Publik Papua, Dr. Methodius Kossay, menyatakan bahwa tindakan suspend…
Penegasan tersebut disampaikan menyusul adanya pernyataan dari kelompok yang mengatasnamakan TPNPB yang mengancam akan menggagalkan…
Fakhiri mengatakan, kejadian serupa sebenarnya pernah terjadi di sejumlah daerah. Namun, khusus untuk Papua,…
Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memastikan posisi utang pemerintah sebesar Rp10.000 triliun hingga pertengahan 2026 masih terkendali…
Gubernur Papua Pegunungan Dr. (HC) Jhon Tabo, SE, M.B.A menyatakan penggunaan dana otsus saat ini…