Categories: METROPOLIS

Terus Bersihkan Drainase, dan Tak Membangun di Lokasi Rawan Bencana

Perlunya Masyarakat Bekerjasama Kurangi Risiko Bencana 

Warga Kelurahan Yabansai Distrik Heram gotong royong membersihkan lingkungannya untuk mencegah terjadinya banjir. Foto ini diambil Sabtu, (13/2) lalu. ( FOTO: Noel Wenda/cenderawasih Pos)

Di musim penghujan seperti saat ini potensi atau bahaya banjir selalu menjadi ancaman, Karena itu tiap warga perlu melakukan pembersihan gorong-gorong, selokan dan sebagainya untuk meminimlisir terjadinya banjir. Berikut Upaya yang dilakukan kelurahan Yabansai untuk mengatasi persoalan tersebut

Laporan: Noel Wenda 

Jika melihat kondisi cuaca, sudah hampir satu bulan Kota Jayapura dan sekitarnya  diguyur hujan dengan intensitas rendah sampai tinggi. Akibatnya beberapa daerah mengalami tanah longsor,banjir, pohon tumbang dan sebagainya. 

Ya, diperkirakan musim hujan masih akan terus terjadi hingga akhir Februari atau awal Maret mendatang, jadi daerah-daerah yang tinggal di kawasan daerah rawan bencana untuk ekstra waspada. 

Kegiatan pencegahan bencana adalah serangkaian kegiatan yang dilakukan sebagai upaya untuk menghilangkan dan atau mengurangi ancaman bencana seperti yang melakukan pembersihan lingkungan, tidak membuang sampah sembarang dan adanya perbaikan saluran drainase baik oleh pemerintah dan masyarakat. 

 “Saya ajak masyarakat untuk membersihkan lingkungan terutama drainase dan bersihkan selokan dan jangan buang sampah sembarang,” Kata Kepala Kelurahan Yabansai Lous Hendrik Mebri S. IP. Dia menegaskan bahwa akan melakukan hal tersebut demi kepentingan warga juga. Dan dua hal tersebut memiliki arti yang besar untuk mencegah banjir di daerah pemukiman.  

 Sementara itu kepala Distrik  Heram Bobi Awi mengatakan setiap masyarakat juga diwajibkan untuk memiliki budaya  hidup sehat dan tidak merusak lingkungan sekitar, seperi di sumber air Kampwolker, di Entrop, Kali Anafri dan sumber mata air lainya di Kota Jayapura. 

 Ya, hal ini bertujuan agar dapat menahan lajunya air hujan dan berfungsi sebagai tempat penyimpanan air dalam tanah.   “Kami juga imbau kepada masyarakat di sekitaran sungai Kampwolker agar tidak merusak hutan, jika ingin berkebun jangan tebang pohon sembarang,” Kata kepala Distrik  Heram Bobi Awi. 

Selain itu kondisi letak geografis kota Jayapura yang berbukit menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah untuk bangun infrastruktur dengan mempertimbangkan daerah rawan longsor dan pelebaran drainase yang mampu mengaliri air hingga di hilir sungai-sungai baik dengan tidak memberikan izin kepada masyarakat atau pejabat yang membangun di lokasi rawan longsor dan banjir. (*/wen)

newsportal

Recent Posts

AMA Resmi Hentikan Penerbangan Perintis

Kepala Unit penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas I Wamena, Fitrajaya Siwu menjelaskan bahwa penghentian operasional…

2 hours ago

Komnas HAM Desak Investigasi atas Kasus Ibu Hamil Tewas Ditembak

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) mendorong dilakukannya investigasi atas kasus tewasnya seorang ibu…

3 hours ago

Wagub Tegur Kehadiran ASN Saat Apel Sangat Rendah

Dari total 7.813 ASN yang tercatat di lingkungan Pemerintah Provinsi Papua, jumlah pegawai yang mengikuti…

8 hours ago

Keuskupan Desak Dilakukan Investigasi

Otoritas gereja Katolik tersebut menyatakan menerima laporan mengenai lonjakan korban jiwa, pengungsian massal, kerusakan fasilitas…

9 hours ago

Hasil Nobar Pesta Babi Capai Rp517,9 Juta

Tim kolaborasi film menyatakan sejak awal seluruh dana tiket sukarela memang diperuntukkan bagi warga yang…

10 hours ago

Ironi, Remaja Zaman Sekarang Lebih Banyak Duduk daripada Bergerak

Gaya hidup sedentari merujuk pada pola hidup dengan sangat sedikit aktivitas fisik sepanjang hari. Kemajuan…

11 hours ago