Categories: METROPOLIS

Sabun Produksi SMKN 8 Jayapura Sudah Dipasarkan

JAYAPURA-Beberapa produk sabun hasil produksi SMK Negeri 8 Kota Jayapura, saat ini sudah mulai dipasarkan di sejumlah toko maupun outlet yang ada di kota Jayapura. Adapun beberapa produk yang dihasilkan saat ini, seperti sabun cuci piring SMKlight, deterjen pakaian dengan nama Delklin, dan pewangi pakaian itu softdell.

   “Pemasarannya sudah masuk di Saga Mall, Mega Abepura, Alfamidi SMK 2 Cigombong dan toko toko terdekat yang mau menjual produk kami,” kata Maryati, Guru Pembina Jurusan Kimia Industri, SMKN 8 Kota Jayapura, Selasa (21/1).

   Dia mengatakan, terkait hal itu, pihaknya susah mendapatkan izin dari Dinas perizinan Kota Jayapura. Meskipun sejauh ini masih ada sejumlah kendala yang dihadapi terutama terkait dengan pemasarannya yang harus diantarkan sendiri dari pihak sekolah. Selain itu juga produk-produk kebutuhan rumah tangga tersebut juga harus bersaing dengan produk-produk yang sudah memiliki brand tersendiri dan sudah lebih dulu dikenal di kalangan masyarakat.

   “Yang paling bersaing itu misalnya sabun cuci piring SMK Light. Karena ada beberapa merek sabun cuci piring juga yang beredar di pasaran saat ini,” katanya.

   Saat ini, untuk produk sabun cuci piring hasil  produksi pihak SMK Negeri 8 Kota Jayapura itu boleh dikatakan dijual dengan harga yang sangat terjangkau. Misalnya sunlight itu dijual Rp 15 ribu  satu kemasan, sementara pihaknya menjual hasil produksinya dengan harga Rp 8.000 meskipun memiliki ukuran dan takaran yang sama.

   Sementara untuk kualitasnya sebenarnya tidak kalah dengan sabun cuci piring merk lainnya yang lebih dulu beredar secara nasional. “Kalau masalah kualitas sebenarnya tidak kalah dengan mereka, karena soal busanya juga sama,”ujarnya.

   Dengan melihat kondisi seperti ini, pihaknya tidak menyerahk namun terus berupaya agar lebih baik kedepannya terutama lebih meningkatkan pemasarannya di tengah masyarakat. Besar kemungkinan faktor lain yang menyebabkan kurangnya peminat sabun buatan SMK Negeri 8 itu karena belum dikenal secara luas oleh masyarakat.

   “Jadi untuk ke depan kami akan terus tingkatkan pemasarannya dan sosialisasi kepada masyarakat baik melalui media sosial dan juga turun langsung ke masyarakat melalui siswa-siswa kami,”tambahnya. (roy/tri)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Juna Cepos

Recent Posts

Papua Krisis Tenaga Laboratorium Medik

Ia merinci, kebutuhan tenaga ATLM di masing-masing wilayah cukup tinggi. Papua Pegunungan menjadi daerah dengan…

18 minutes ago

Bertahun-tahun Tugas di Nusakambangan, Sempat Tegang Saat Tiba di Lapas Abepura

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) tak lagi dipandang sebagai tempat akhir dari perjalanan hidup seseorang, melainkan sebuah…

1 hour ago

Wali Kota Kembali Tegaskan Larangan Pungli di Sekolah

Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo, menegaskan komitmennya dalam memberantas praktik pungutan liar (pungli) di lingkungan…

2 hours ago

Satgas Mafia BBM Selidiki Kasus Modifikasi Tangki BBM

Kasubdit IV Tipidter Polda Papua, Kompol Agus Ferinando Pombos, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan mentolerir…

3 hours ago

Ketemu Tupai Jinak, Kayu Bolong dan Guyuran Hujan

Untuk mencapai pintu rimba, kami memilih menggunakan kendaraan milik warga. Pilihan ini bukan tanpa alasan.…

4 hours ago

Komoditas Kayu Masih Jadi Andalan Ekspor Papua

BPS Provinsi Papua, Emi Puspitarini, di Jayapura, Senin, mengatakan komoditas kayu masih menjadi penyumbang terbesar…

5 hours ago