

Thomas Sondegau (FOTO: Gamel Cepos)
JAYAPURA – Munculnya suara sumbang terkait pelantikan para calon anggota DPR Papua dari kursi pengangkatan pada tahun ini ditunda dan mendahulukan pengangkatan dari jalur partai politik mendapat respon keras dari salah satu anggota Baleg DPRP, Thomas Sondegau.
Ia menegaskan bahwa tak ada alasan untuk menunda proses pelantikan jalur pengangkatan jika semua sudah terpilih. Thomas menyampaikan ini lantaran mendengar adanya wacana untuk melantik anggota DPRP dari kursi politik lebih dulu barulah anggota DPR dari kursi pengangkatan.
“Mau pakai alasan apa untuk menunda ini, kami sependapat dengan pihak Kemendagri bahwa proses pelantikan dilakukan pada Oktober 2019 bersamaan dengan pelantikan yang dari partai politik,” tegas Thomas merespon informasi yang sempat ia dengar, Jumat (21/6).
Dikatakan pentingnya untuk dilantik bersamaan adalah agar tak ada yang merasa diistimewakan atau justru sebaliknya. Selain itu semangat untuk bisa bekerja bersama dengan momen yang sama akan tubuh bersama juga. Apalagi tak ada hal krusial yang akhirnya bisa dijadikan alasan untuk memisahkan agenda pelantikan.
“Kemarin Ketua DPRP juga sudah memberi gambaran agar proses pelantikan bisa dilakukan bersama. Jangan ada yang lebih dulu dan belakangan. Kami mendukung itu,” jelasnya.
Thomas menyampaikan kalaupun harus ditunda itu tak lebih dari Desember 2019 agar menghitung periodenya tak menimbulkan kerancuan. “Kalau bulan Oktober ya maksimal November sebab di bulan Desember semua sudah sibuk dan itu harus tahun ini,” tambahnya.
Jangan seperti sebelumnya yang harusnya menjabat sejak tahun 2014 – 2019 tetapi karena masih tarik ulur akhirnya baru dilantik tahun 2017 lalu. “Ini biar semangat berjalan bersama itu ada di awal tahun 2020 sehingga jangan sampai ada yang sudah dilantik dan ada yang belum. Kami pikir harus berjalan bersama dan tak ada istilah ditunda,” tegas Thomas. (ade)
Ia menargetkan seluruh kegiatan dan program dapat terealisasi hampir seluruhnya sebelum memasuki akhir tahun. Bahkan,…
Timnas Brasil akan menghadapi Timnas Maroko pada laga perdana Grup C Piala Dunia 2026 di…
Delapan orang yang disebut sebagai anggota Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) Kodap…
Selain itu, juga disepakati hasil sosialisasi ini akan ditindaklanjuti dalam penantanganan nota kesepahaman antara masyarakat…
Publik juga khawatir dari kenaikan ini justru ada upaya mencari keuntungan sepihak termasuk menerapkan cara-cara…
Pengelola APMS Lasminingsih dan Anwarudin Wamena, Suyono mengaku sebenarnya kalau dikatakan pembiaran itu tidak, sebab…