Categories: METROPOLIS

Penetapan Gunung Srobu Jadi Cagar Budaya Tinggal Tunggu SK Walikota

JAYAPURA-Situs Gunung Srobu  telah ditetapkan sebagai cagar budaya dalam sidang  yang digelar  Tim Ahli Cagar Budaya (TCB) Kota Jayapura, di Hotel Green Abe, Kota Jayapura, Papua, Senin (20/5).

   Ketua TACB Nasional, Surya Helmi, mengatakan cagar budaya tidak hanya bentuknya megalitik, tetapi juga bisa dalam bentuk makam, tugu, dan lainnya. Kata Helmi penetapan tersebut masih dalam tahap kota.

   “Inikan baru tadi dalam peringkat kota, nanti dari peringkat kota, kalau itu memang berpotensi menjadi tingkat provinsi, maka itu dinaikan peringkatnya, nanti di tingkat provinsi menilai ini menjadi peringkat nasional, itu juga bisa naik peringkatnya ke nasional,” kata Helmi kepada awak media, Senin (20/5).

  Lanjut Helmi dalam undang-undang cagar budaya sudah ada ketentuan masing-masing untuk peringkat kabupaten/kota. Dalam penentuan itu ada penetapan dan peningkatan, misalkan yang belum ditetapkan sebagai cagar budaya namanya, Objek Diduga Cagar Budaya (ODCB). Untuk sidang yang digelar kali ini, masih dinamakan ODCB, dikarenakan Surat Keputusan (SK) belum ditandatangani oleh walikota.

  “Ini direkomendasikan kepada walikota untuk ditetapkan sebagai cagar budaya, walikota tanda tangan baru sah itu sebagai cagar budaya,” jelasnya.

   “Sekarang statusnya masih ODCB, kalau dari segi hukum masih ODCB, tetapi begitu disahkan oleh walikota atas rekomendasi Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) baru sah menjadi CB,” terangnya.

   Ketua TACB Kota Jayapura, Jean Hendrik Rollo, mengatakan bahwa pada sidang tersebut telah menghasilkan 15 naskah dan 15 rekomendasi untuk ditetapkan SK oleh walikota.

Dalam sidang tersebut TACB membahas terkait objek yang terduga sebagai cagar budaya.

   “Jadi kalau sudah keluar SK, langsung menjadi cagar dan dia tidak diduga lagi, jadi kalau SK sudah keluar maka Pemkot Jayapura dia akan bertanggungjawab untuk pengembangan dan pemanfaatan cagar yang fungsinya diatur oleh pemerintah untuk fungsi pendidikan, fungsi sejarah, atau yang lainnya,” kata Hendrik kepada Wartawan, Senin (20/5).

Page: 1 2

Juna Cepos

Recent Posts

Buruknya Tata Kelola, Pemanfaatan Aset Pemprov Tak Optimal

Gubernur Papua Matius D. Fakhiri mengatakan, PT Irian Bhakti Mandiri memiliki aset bernilai besar yang…

13 hours ago

Gelombang Tinggi Mengancam Perairan Utara Papua

Peringatan tinggi gelombang tersebut muncul di perairan utara Papua dikarenakan beberapa hari terakhir terpantau signifikan.…

14 hours ago

Jika Papua Utara Jadi, Suka Tidak Suka Harus Diterima

Provinsi baru ini nantinya akan membawahi wilayah adat Saireri, yang mencakup lima kabupaten yaitu; Biak…

14 hours ago

TP3C dan Staf Khusus Diharap Beri Masukan Objektif ke Gubernur

Pelantikan tersebut dilaksanakan setelah tiga bulan masa pemerintahan Gubernur dan Wakil Gubernur Papua pasca dilantik…

15 hours ago

Komisi X DPR Dorong Perluasan Akses dan Lokasi Sekolah Rakyat di Papua

“Banyak anak di Papua menghadapi hambatan, bukan hanya soal jarak sekolah, tetapi kondisi ekonomi keluarga.…

15 hours ago

Sosok Polisi Bhabinkamtimas yang Jadi “Lentera” di Kampung Terapung

Mesin menderu pelan, membelah air tenang menuju Kampung Enggros, sebuah pemukiman unik yang berdiri di…

16 hours ago