Categories: METROPOLIS

Tekan Angka Kematian Ibu dan Anak Butuh Kerja Sama

JAYAPURA-Yayasan Gapai Papua, Unicef, bersama Persekutuan Gereja-Gereja Papua (PGGP), dan juga Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Papua menggelar diskusi percepatan penyelesaian kesehatan masyarakat di Hotel Horison Kotaraja, Jumat (19/5).

  Menurut Health Specialist Unicef Papua dan Papua Barat, dr. Ratih Wulandaroe, tujuan dari diskusi tersebut untuk mempercepat penyelesaian persoalan kematian Ibu dan Anak di Papua.

  “Kami harap melalui diskusi ini, kita bisa menemukan jalan keluar atas persoalan kematian Ibu dan Anak di Papua,” ujar dr. Ratih Wulandaroe,

   “Terutama peran dari Tokoh Gereja dalam mempercepat status kesehatan masyarakat Papua,”sambungnya.

  Sementara itu Kepala Seksi Survailense Dinas Kesehatan Provinsi Papua, Elia Tabuni, Mgr MSc, mengatakan kegiatan diskusi tersebut sangat penting, untuk menyusun setiap rencana kegiatan terkait upaya percepatan penyelesaian kasus kematian Ibu dan Anak di Papua.

  Salah satunya peran tokoh agama, dalam mendukung kerja Dinas kesehatan. Sebab upaya untuk menekan angka kematian Ibu dan Anak sesungguhnya butuh peran semua pihak.

  “Diskusi ini merupakan langkah awal yang kami lakukan, dalam menyusun program kesehatan, terutama program imunisasi di setiap tingkatan kedepan,” kata Elia.

  Kemudian di  kesempatan yang sama  Sekretaris PGGP Kornelius Sutriyono, mengatakan Tokoh Gereja sebenarnya telah memiliki fasilitas kesehatan kampung. Untuk itu agar fasilitas kesehatan kampung ini berjalan dengan baik, maka butuh peran pemerintah untuk mendorong.

   Terutama pada setiap program kesehatan seperti pemberian imunisasi kepada masyarakat kampung yang ada di Papua. Diakuinya bahwa menyelsaikan masalah kesehatan bukan hanya tugas dinas kesehatan, tetapi perlu adanya dukungan dari berbagai pihak salah satunya PPGP.

  “PGGP sepakat kesehatan itu dikerjakan semua pihak, Gereja dipanggil bukan hanya menyuarakan iman, tapi juga realitas sosial, oleh sebab itu kami berharap melalui diskusi ini, akan mendapatkan konsep yang terarah, sehingga penyelesaian persoalan kematian Ibu dan Anak bisa diatasi,” pungkasnya. (rel/tri)

newsportal

Recent Posts

Polisi Temukan 10 Selongsong Peluru 5,56 MM

Kapolres Jayawijaya AKBP. Anak Agung Made Satriya Bimantara, S.IK menyatakan aparat dari Polres Jayawijaya didukung…

56 minutes ago

Laporan Pertanggungjawaban Lambat, Pemprov Disemprot

Wagub atas nama Pemerintah Provinsi disemprot Fraksi PDI Perjuangan terkait penyampaian dan pembahasan laporan pertanggungjawaban…

1 hour ago

Tanamkan Karakter dan Integritas Untuk Cegah Korupsi Sejak Dini

  Upaya ini dinilai sangat strategis mengingat korupsi bukan sekadar kejahatan biasa, melainkan masuk dalam…

2 hours ago

Satu KKB “Bernyanyi”, Empat Orang Langsung Dibekuk

Dari lima tersangka yang ditetapkan, dua di antaranya, yakni AU dan MP tewas setelah melakukan…

2 hours ago

Kepsek Diwarning, Harus Tegas Tangani Tawuran Pelajar!

   Kepala Dinas Pendidikan Kota Jayapura, Rocky Bebena, mengatakan persoalan tawuran antara kedua sekolah tersebut…

3 hours ago

Diduga Kelompok Baru yang Bermain

Komandan Kodim (Dandim) 1710/Mimika, Letkol Inf Teuku Jozanda, mengonfirmasi bahwa penyisiran dan operasi pencarian kini…

3 hours ago