Categories: BERITA UTAMA

Sempat Dipalang, Puskesmas Japut Akhirnya dibuka

JAYAPURA-Masyarakat adat, keondoafian suku Ireeuw, selaku pemilik ulayat tanah puskesmas Jayapura utara, kembali memalang puskesmas tersebut, Senin (22/6).

Akibat pemalangan itu, masyarakat yang ingin mendapatkan pelayanan di Puskesmas tidak bisa mengakses ke dalam. Karena dua pintu akses keluar masuk dipalang. Puskesmas baru bisa dibuka sekitar pukul 09.00 WIT. Setelah Penjabat Wali Kota Jayapura, Frans Pekey, didampingi Kapolresta Jayapura, Kombespol Viktor Mackbon melakukan negosiasi alot selama lebih dari satu jam.

Kepada Cenderawasih Pos, Frans Pekey menjelaskan, sebagai pemerintah tentunya Pemerintah Kota Jayapura sangat memahami dan mengerti tuntutan dari keluarga Ireeuw, yang ada hubungannya dengan aset yang dibangun oleh Pemerintah Kota Jayapura.

“Saya juga tahu dan mengikuti perkembangan selama ini, keluarga terus mengajukan tuntutan beberapa kali, hanya kita masih kendala dengan beberapa dokumen yang kita cari, sehingga kemudian tertunda belum ada keputusan. Sekarang saya akan berusaha, untuk untuk ada solusi atau jalan keluar dalam penyelesaian masalah lahan ini,” kata Frans Pekey, Senin (22/5).

Diakui sejauh ini Pemerintah Kota sedikit terlambat merespon atas surat yang diajukan oleh masyarakat adat. Karena itu reaksinya mereka terpaksa melakukan pemalangan.

“Hasil negosiasi kita bertemu dengan keluarga bicara dari hati ke hati karena Puskesmas ini, karena Puskesmas ini pelayanan umum pelayanan masyarakat. Puji Tuhan keluarga memahami dan mengerti itu dan membuka palang pintu,” katanya.

Sementara itu, perwakilan masyarakat adat, Lenin Ireeuw mengungkapkan kekecewaan kepada Pemkot Jayapura yang belum menyelesaikan atau menanggapi tuntutan diganti rugi padahal sudah dilakukan beberapa kali sebelumnya. Bahkan persoalan ini sudah terjadi sejak tahun 2010 dan harus menunggu selama 12 tahun sampai dengan tahun 2023.

Meski begitu pihaknya masih membuka ruang untuk kembali berdiskusi dengan pemerintah terkait dengan rencana penyelesaian tuntutan tersebut. “Kalau sekarang kami belum tentukan nilai. karena harus diskusi ulang dengan keluarga. Yang pasti kami minta tolong ke pemerintah perhatikan hak masyarakat adat,” tambahnya. (roy/tri)

newsportal

Recent Posts

Lima Korban Ditemukan Dalam Keadaan Meninggal

Kapolres Jayawijaya melalui Kabag Ops AKP Edy T Sabhara menjelaskan untuk insiden jembatan yang putus…

1 day ago

Larangan Pungli Harus Jadi Perhatian Serius Tiap Sekolah

Menurut Rocky, Dinas Pendidikan Kota Jayapura telah mengingatkan seluruh satuan pendidikan, mulai dari tingkat SD…

1 day ago

Berharap Pergumulan MRP Dapat Ditindaklanjuti Gubernur

ubernur Papua, Matius D. Fakhiri, menggelar pertemuan bersama Majelis Rakyat Papua (MRP) di Gedung MRP,…

1 day ago

Sudah 113 Kali Donorkan Darah, Bangga Karena Diberi Umur Panjang

Franky yang memiliki golongan darah B tersebut mengaku pada awalnya dia melakukan donor ada kekuatiran…

1 day ago

Alokasikan Dana Hibah Rp11 M Untuk 500 Lembaga

Pemerintah Kota (Pemkot) Jayapura, Papua, pada 2026 mengalokasikan dana hibah sebesar Rp11 miliar untuk 500…

1 day ago

Luluskan 46 Siswa, SNK Olahraga Papua Gandeng FIK Uncen

Dari total 46 lulusan tersebut, tercatat 22 murid berasal dari peminatan IPA dan 24 murid…

2 days ago