Categories: METROPOLIS

Wali Kota Isyaratkan Pegetatan Lagi

*Reproduction Number Kota Naik dari 0,8 Menjadi 1,8

JAYAPURA – Masa new normal yang dibeirkan oleh pemerintah setelah melihat kondisi terkait covid 19 di Jayapura rupanya tidak justru membuat warga tertib. Malah banyak kepala baru yang tidak patuh akan protokol kesehatan. Alhasil angka penyebaran covid 19 merangkak naik dan penyebaran semakin masive. Pemerintah Kota Jayapura memberi sinyal bakal memberlakukan pengetatan kembali apabila kondisi penyebaran covid tak mengalami perubahan. Ini menjadi konsekuensi akibat warga yang tak tertib. 

 Setelah tanggal 3 September lalu mulai diberlakukan new normal, ternyata penyebaran covid 19 justru menggila. Dalam sehari bisa sampai 4 orang yang meninggal sedangkan yang positif bisa mencapai 25 orang bahkan lebih. 

 “Ini yang dikhawatirkan oleh pemerintah dimana setelah diberlakukan new normal, masyarakat justru menganggap semua sudah menjadi lebih baik karena penyebaran virus sudah berkurang. Padahal dengan kondisi tersebut protokol kesehatan justru perlu ditingkatkan,” kata Tomi Mando kepada Cenderawasih Pos di Pantai Holtekam, Sabtu (19/9). 

 Ia menyebut setelah melakukan evaluasi di awal September lalu, angka Reproductive Number (RO) Kota Jayapura berada pada titik 0,8 namun setelah new normal malah meroket menjadi 1,8 sehingga ia menyatakan akhir September nanti akan kembali dilakukan evaluasi. Tidak menutup kemungkinan Jayapura akan kembali melakukan pengetatan. “Bisa saja jika melihat kondisi kita hari, yang jelas taggal 30 September nanti akan dilakukan evaluasi sebab RO Jayapura saat ini 1,8. Saya minta dinas kesehatan dan tim gugus dan ahli epidemologi untuk mencari sebab mengingat 1 hari yang meninggal bisa 1-4 orang dan yang positif dalam sehari bisa 25 orang dan bisa lebih,” bebernya.

 Masyarakat diminta patuh dan bukan jadi kepala batu melakukan kegiatan sesukanya. “Patuhi apa yang disampaikan pemerintah dan petugas sebab jika situasi tetap seperti ini maka akan kami pertimbangkan untuk dilakukan pengetatan,” imbuhnya. (ade/wen) 

newsportal

Recent Posts

Di Timika, Bocah Dititip Malah Dicabuli

​​Kasus ini mencuat setelah pihak keluarga membuat laporan yang diwakili oleh Relawan Teras Peduli ke…

11 hours ago

Demi Kepastian Hukum Undang-undang TNI Harus Direvisi

Menurut Thomas, pandangan yang disampaikan Komnas HAM merupakan isu yang sangat penting dan krusial dalam…

12 hours ago

DPD PDIP Papua Tegas Tolak MBG, PSN, dan Kopdes

Dan kali ini bukan menjadi hal mengejutkan jika PDIP menolak program pemerintah pusat yakni Makan…

18 hours ago

Target Tahun 2028, Matangkan Persiapan dari Administrasi, Regulasi hingga Anggaran

Kewenangan pengelolaan sekolah SMA/K di Papua seolah seperti permainan ping pong, antara pemerintah kabupaten/kota dengan…

2 days ago

Rawan Cerai, Anak Muda Jangan Buru-buru Menikah

Pernyataan ini menekankan bahwa pernikahan bukan sekadar ikatan formal atau pemenuhan tradisi, melainkan komitmen jangka…

2 days ago

Jelang Kunjungan Mendagri Kabupaten Jayapura Benahi Wajah Daerah

Dalam arahannya, Haris Yocku meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) bergerak cepat melakukan penataan kawasan…

2 days ago