Categories: METROPOLIS

Waspada  Komsumsi Daging Berlebihan

JAYAPURA-Pasca hari raya kurban, dipastikan stok dan komsumsi daging  di tiap rumah tangga cenderung meningkat. Karena itu, warga diimbau untuk mengkomsumsi daging dalam batas kewajaran. Sebab, jika berlebihan bisa memicu potensi gangguan kesehatan, mulai dari tekanan darah yang meningkat dan penyakit lainnya.

  Kepala Puskesmas Elly Uyo, Polimak Jayapura Selatan  Rodinda Sihombing SKM, M.Kes mengaku di Puskesmasnya sejauh ini memang belum ada pasien dengan keluhan akibat komsumsi daging  yang berlebihan.

   “Puji Tuhan, sampai sekarang ini kami belum mendapatkan pasien yang mengeluh kesakitan akibat dari makan daging kurban yang berlebihan,” ungkap Rodinda yang mengaku  pasien yang datang kebanyakan dengan keluhan penyakit batuk pilek, terus rujukan.

   Dia menjelaskan akibat dari seseorang apabila mengkonsumsi daging yang berlebihan akan menyebabkan kolesterol dan hipertensi naik. Menurutnya tetapi kalau hanya mengkonsumsi terbatas atau sedikit saja tidak menjadi bermasalah dikarenakan tubuh butuh daging atau vitamin. “Kalau berlebihan,   akan  menyebabkan kolesterol naik, tensi naik,” tegasnya.

  Rodinda pun mengimbau kepada seluruh masyarakat di kota Jayapura untuk selalu menjaga kesehatan, istirahat yang cukup, makan yang teratur dan jangan suka bergadang. Menurutnya jam istirahat atau tidur yang baik pada malam hari orang dewasa ke atas idealnya tidur sekitar pukul 21.00-22.00 setiap hari.

  “Pokonya untuk kita menghindari dari malaria intinya istirahat yang cukup makan yang teratur, minimal istirahat 8 jam sehari,” pungkasnya.

   Namun, kondisi berbeda berlaku untuk remaja atau orang dewasa muda di usia produktif, mulai umur belasan tahun hingga 40 tahunan. Menurutnya, otak dari orang usia produktif akan bekerja aktif di malam hari sesuai dengan ritme sirkadian. Ini membuatnya lebih wajar untuk butuh tidur lewat tengah malam atau paling awal jam 23.00.

  Dijelaskannya orang yang tidur berlarut malam seperti pukul 12.00 keatas akan cenderung otak mengalami kesulitan untuk membagi tugas dalam mengontrol semua hal, daya ingat berkurang, gampang marah, sering emosi, dan tensi naik.(kar/tri)

 Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Juna Cepos

Recent Posts

Atasi Ketimpangan Layanan Medis, Dokter dan Perawat Papua Harus Perkuat Skill

Papua Surgical Update (PSU) 2026 ini diikuti oleh ratusan peserta yang terdiri dari dokter spesialis,…

18 hours ago

Pasca Penertiban, Pemkot Didesak Data Ulang Pedagang

Pares menyatakan, Komisi C secara penuh mendukung langkah tegas Pemkot Jayapura dalam menertibkan area pasar.…

1 day ago

Terindikasi Melanggar, Ribuan Barcode BBM Bersubsidi Diblokir

   Area Manager Communication, Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Papua dan Maluku Ispiani…

1 day ago

Pemilihan Rektor Uncen Jadi Agenda Prioritas

   Untuk memastikan roda organisasi dan pelayanan akademik tidak terhenti, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan…

1 day ago

Gubernur: Layanan Pertanahan Harus Menjangkau Pelosok!

Gubernur Papua Matius D. Fakhiri mendorong pelayanan pertanahan dapat menjangkau masyarakat hingga wilayah pelosok melalui…

1 day ago

Manfaatkan Dana Kampung untuk Kembangkan Potensi Lokal

  Abisai menilai, kearifan lokal dan berbagai potensi yang dimiliki setiap kampung merupakan kekayaan yang…

1 day ago