Derek berharap,para peserta pelatihan mengimplementasikan melalui proyek perubahan dan aksi perubahan yang dikerjakan, menjadi pola kerja yang baru di unit kerja saudara, sebagai bukti dari perubahan yang telah saudara lakukan sebagai pemimpin perubahan.
“Saya berkeyakinan, apabila telah memiliki komitmen dan melakukan perubahan, maka telah berhasil dalam pelatihan ini, dan mampu memberikan andil yang sangat berarti dalam memperkuat kapasitas birokrasi Pemerintahan yang bersih, efisien dan efektif, dalam rangka mewujudkan masyarakat Papua yang bangkit untuk maju menuju kemandirian dan kesejahteraan yang berkeadilan,” terangnya.
Sementara itu, Kepala BPSDM Provinsi Papua Aryoko, AF Rumaropen, SP, M.Eng mengatakan, peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tk. II Angkatan XXX diikuti oleh 60 orang. Namun dalam penyelenggaraan, ada seorang peserta yang meninggal dunia atas nama George Y.P. Yawan, SE, MM dari Kabupaten Supiori. Sehingga jumlah akhir menjadi peserta 59 orang.
Sementara peserta pelatihan kepemimpinan administrator angkatan II diikuti oleh 40 orang dan peserta Pelatihan Kepemimpinan Pengawas Angkatan III diikuti oleh 40 orang. “Peserta berasal dari Provinsi dan Kabupaten se-Papua, Papua Barat, Papua Tengah, Pepua Pegunungan dan Papua Selatan,” ucap Aryoko. (fia/tri)
Dapatkan update berita pilihan setiap hari dari Cenderawasihpos.jawapos.com
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Akses telekomunikasi di wilayah pelosok Kabupaten Keerom kini semakin terbuka lebar. Sebanyak 74 Base Transceiver…
Dalam arahannya, Noak Wasanggai menegaskan agar seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah…
Ia menegaskan bahwa arahan tersebut harus menjadi pedoman bagi para Kepala OPD di lingkungan Pemerintah…
Langkah tegas ini diambil sebagai bentuk deteksi dini guna mengantisipasi maraknya upaya penyelundupan barang…
Wali Kota Jayapura, Dr. Abisai Rollo, S.H., M.H., memberikan peringatan keras kepada seluruh aparat kelurahan…
Ketergantungan warga terhadap pertanian subsisten membuat kerusakan tanaman holtikultura berpotensi mengganggu ketersediaan pangan keluarga