

Sejumlah kepala pemerintah kampung yang dilantik oleh Wali Kota Jayapura di aula Sian Soor Kantor Wali Kota Jayapura, Kamis (19/5) kemarin. ( FOTO: Tegar/Cepos)
JAYAPURA-13 Kepala Pemerintahan Kampung (KPK) hasil pemilihan serentak pada April lalu, akhirnya dilantik oleh Wali Kota Jayapura Dr Benhur Tomi Mano, MM. Pelantikan kepala kampung periode 2022-2028 ini awalnya sempat dijadwalkan untuk digelar di masing-masing kampung, namun akhirnya untuk efektifitas waktu pelantikan digelar secara serentak di Aula Sian Soor Kantor Wali Kota Jayapura, Kamis (19/5)
Kepala Kampung yang dilantik tersebut yakni , Akilla Makanuay, SIP, MM sebagai Kepala Pemerintahan Kampung (KPK) Kayu Batu, Tommy Oktovianus Sibi, SPi KPK Tahima Soroma/Kayu Pulo, Jaad Deroy Mano KPK Tobati, Rully Marthen Meraudje KPK Enggros, Gideon Waskai, SH KPK Koya Koso, Yohan Merahabia, SH KPK Nafri.
Anthonius David Mebri KPK Yoka, Abraham Merauje KPK Holtekamp, Irene Rollo KPK Koya Tengah yang merupakan satu-satunya KPK perempuan, Abraham George Mutang KPK Skouw Sae, Marshelus Membilong KPK Skouw Yambe, Hanok Reynold Mallo KPK Skouw Mabo, Billiam Wepa Foa KPK Mosso, dan Marthinus Kandolla, SE, sekretaris Kelurahan Waena sebagai karteke atau pejabat sementara KPK Waena.
Wali Kota Jayapura, Benhur Tomi Mano berpesan agar kepala pemerintahan kampung, aparat kampung harus mendukung visi dan misi Pemkot Jayapura supaya kota aman nyaman dan indah.
“Program kegiatan pembangunan ditetapkan secara musyawarah untuk mufakat di kampung. Komponen masyarakat ikut menjaga, melindungi adat istiadat dan sumber daya alam serta gereja di kampung,” ujarnya
Selain itu, dirinya juga meminta kepala kampung menjauhi miras, narkoba, menjaga kota tetap aman, harmonis, tidak merusak tatanan kehidupan di kampung. Benhur Tomi Mano juga menegaskan dan mengharapkan seluruh kepala pemerintahan kampung yang baru saja dilantik harus mempunyai keseriusan untuk menjalankan fungsi dan tugas pokok pemerintahan.
“Harus mengajak semua perangkat kampung, bamuskam, dan semua para tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh perempuan dan tokoh pemuda supaya terlibat langsung menyusun program -program yang bersinergis dan sekaligus sebagai pelaku pembangunan, penyelenggaraan administrasi pemerintahan,” ujarnya.
Para kepala kampung dimint dapat memberikan pelayanan dan mendorong pemberdayaan ekonomi kemasyarakatan. Bersama perangkatnya supaya sama-sama berkomitmen membangun bumi dan masyarakat kampung secara utuh. Dan dapat mempertanggung jawabkan penggunaan dana yang diberikan dengan baik dan benar.
Menurutnya, pemerintahan di kampung akan berjalan dengan baik apabila kepala pemerintahan kampung bertindak memainkan peranannya sebagai inovator, motivator, katalisator, dinamisator, dan fasilitator dalam penyelenggaraan pemerintahan. (Rhy/tri)
Meski tak menceritakan secara detail bagaimana proses korban bisa melarikan diri atau diamankan dari pihak…
Pemerintah Daerah Kabupaten Lanny Jaya secara resmi memulai pelaksanaan Diklat Prajabatan, Pelatihan Dasar (Latsar) CPNS…
Pemerintah Provinsi Papua melalui Dinas Pendidikan setempat mulai membenahi layanan pendidikan khusus menyusul rendahnya indeks…
Massa aksi datang menggunakan dua unit mobil pikap dengan membawa sejumlah atribut, di antaranya…
Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Abepura terus mendorong upaya kemandirian bagi Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ)…
Sebanyak 13 calon siswa (casis) yang dikirim melalui Lanud J.A. Dimara Merauke berhasil lolos seleksi…