“Beberapa tahun belakangan ini kami rutin melakukan program penanaman di kawasan penyangga untuk melindungi kawasan cagar alam siklop tapi tentunya kami tidak bisa berjalan sendirian tanpa ada dukungan dari masyarakat di Kota Jayapura dan di Kabupaten Jayapura,”tandasnya.
Karena itu penyelamatan kawasan penyangga dan cagar alam Cycloop ini harus menjadi komitmen bersama. Sebab jika tidak dilakukan maka bencana banjir bandang yang pernah terjadi pada 2019 lalu bisa saja kembali terjadi bahkan lebih dahsyat dan lebih besar dari yang pernah terjadi sebelumnya.
“Jadi potensi bencana alam itu selalu ada kalau kita tidak memiliki kepedulian,” pungkasnya. (roy/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Di balik lembaran berkas perkara yang menumpuk, ada kisah-kisah pilu tentang biduk rumah tangga yang…
Kepolisian Resor (Polres) Mimika tengah menyelidiki kasus penganiayaan berat yang menimpa seorang petugas keamanan swasta…
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Papua selaku Kepala Operasi (Kaops) Sikat Cartenz 2026, Kombes Pol…
elayanan kesehatan di daerah pedalaman Mimika masih menghadapi tantangan berat akibat keterbatasan fasilitas dan kebijakan…
Pertemuan tersebut membahas rencana pembukaan dan pengembangan lahan pangan sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan…
Kepala SMA Negeri 1 Sentani, Kelasina Yanggroseray, meminta para orang tua siswa memahami keterbatasan daya…