“Beberapa tahun belakangan ini kami rutin melakukan program penanaman di kawasan penyangga untuk melindungi kawasan cagar alam siklop tapi tentunya kami tidak bisa berjalan sendirian tanpa ada dukungan dari masyarakat di Kota Jayapura dan di Kabupaten Jayapura,”tandasnya.
Karena itu penyelamatan kawasan penyangga dan cagar alam Cycloop ini harus menjadi komitmen bersama. Sebab jika tidak dilakukan maka bencana banjir bandang yang pernah terjadi pada 2019 lalu bisa saja kembali terjadi bahkan lebih dahsyat dan lebih besar dari yang pernah terjadi sebelumnya.
“Jadi potensi bencana alam itu selalu ada kalau kita tidak memiliki kepedulian,” pungkasnya. (roy/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Juru bicara (Jubir) PN Jayapura, Rahmat Selang, S.H., M.H mengatakan pada sidang pertama kali digelar,…
Satuan Reserse Narkoba Polres Jayapura mencatat penanganan tujuh kasus narkotika sepanjang Januari hingga Maret 2026.…
Menurutnya, dalam periode tersebut terjadi penurunan jumlah warga sebanyak 3.425 orang. Di sisi lain, terdapat…
Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Papua menyebut 128 produk usaha mikro, kecil, dan menengah…
Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Papua terus memperkuat pembinaan terhadap pelaku usaha mikro, kecil,…
Ahli waris tanah adat Emmaleuw Bhelle, Daud Felle, menyampaikan kekecewaannya terhadap tindakan aparat yang membuka…