“Beberapa tahun belakangan ini kami rutin melakukan program penanaman di kawasan penyangga untuk melindungi kawasan cagar alam siklop tapi tentunya kami tidak bisa berjalan sendirian tanpa ada dukungan dari masyarakat di Kota Jayapura dan di Kabupaten Jayapura,”tandasnya.
Karena itu penyelamatan kawasan penyangga dan cagar alam Cycloop ini harus menjadi komitmen bersama. Sebab jika tidak dilakukan maka bencana banjir bandang yang pernah terjadi pada 2019 lalu bisa saja kembali terjadi bahkan lebih dahsyat dan lebih besar dari yang pernah terjadi sebelumnya.
“Jadi potensi bencana alam itu selalu ada kalau kita tidak memiliki kepedulian,” pungkasnya. (roy/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Apabila mikroplastik masuk ke dalam tubuh manusia melalui makanan, mikroplastik akan melekat pada dinding usus,…
Merujuk pada pemaparan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA), akrilamida didefinisikan sebagai…
Berdasarkan rilis diterima media ini dari Humas Polres Mappi, Kapolres Mappi Kompol Suparmin, melalui Kasat…
Bentuk protes tersebut dilakukan di Lingkaran Abepura sambil membawa poster beragam tulisan, di antaranya: Salibkan…
Seharusnya menurut mereka, kehadiran Menteri HAM di Papua menjadi momentum untuk bertemu langsung dengan mahasiswa,…
Kepala Unit Kemoterapi RSUD Jayapura, dr Jan Frits Siauta, SpB subsp (K), Finacs mengungkapkan, sejumlah…