“Beberapa tahun belakangan ini kami rutin melakukan program penanaman di kawasan penyangga untuk melindungi kawasan cagar alam siklop tapi tentunya kami tidak bisa berjalan sendirian tanpa ada dukungan dari masyarakat di Kota Jayapura dan di Kabupaten Jayapura,”tandasnya.
Karena itu penyelamatan kawasan penyangga dan cagar alam Cycloop ini harus menjadi komitmen bersama. Sebab jika tidak dilakukan maka bencana banjir bandang yang pernah terjadi pada 2019 lalu bisa saja kembali terjadi bahkan lebih dahsyat dan lebih besar dari yang pernah terjadi sebelumnya.
“Jadi potensi bencana alam itu selalu ada kalau kita tidak memiliki kepedulian,” pungkasnya. (roy/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Wali Kota Jayapura, Dr. Abisai Rollo, melalui Staf Ahli Wali Kota, Sem Stenly Merauje,…
Kapolres Merauke AKBP Leonardo Yoga, SIK, dikonfirmasi menjelaskan, peristiwa bermula ketika seorang pria diduga melakukan…
Pemandangan elok pesisir Pantai Hamadi, Kota Jayapura, kini tertutup oleh fenomena material laut dan limbah…
Ketua Komisi V DPR Papua, Dina L. Rumbiak, mengatakan pihaknya bersama Dinas Pendidikan Provinsi…
Ketua Bapemperda DPR Kota Jayapura, Ismail Bepa Ladopurab, menilai materi sosialisasi Perda RTRW yang…
Ketua Komisi B DPR Kota Jayapura, Yuli Rahman, menyambut baik dibukanya ruang sosialisasi perdana…