Categories: METROPOLIS

DP3AKB Ajak Kaum Ibu Berperan Aktif Atasi Stunting

JAYAPURA– Dalam rangka memperingati Hari  Ibu yang ke-96 tahun,  Pemkot Jayapura melalui, Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan  Keluarga Berencana Kota Jayapura,  melaksanakan berbagai kegiatan. Terutama  dalam hal penguatan para kader dan juga kaum ibu dalam menangani masalah stunting di wilayah kota Jayapura.

   “Jadi ada beberapa kegiatan yang kita lakukan dalam rangka penanganan stunting di Kota Jayapura ini, salah satunya memberikan penguatan kepada para kader dan juga ibu-ibu yang ada di kota Jayapura dalam rangka untuk penanganan stunting. Jadi memperingati hari Ibu tingkat kota Jayapura tahun ini kita menekankan peran pentingnya kaum ibu untuk sama-sama terlibat dalam penanganan masalah stunting,”kata kepala DP3AKB,  Kota Jayapura, Betty Puy, Senin (16/12).

   Dia mengatakan, DP3AKB telah bersinergi dengan beberapa stahkeholder terkait teruama  dinkes dan beberapa OPD lainya. Karena itu, tentunya pemerintah tidak bisa bekerja sendiri tanpa ada campur tangan dan dukungan dari masyarakat dalam hal ini ibu-ibu.

   “Kami mengajak ibu-ibu untuk menyusui anak-anak terutama dalam masa pertumbuhan.  Terlebih pada 1000 hari pertama pertumbuhan di mana, mulai kembali dari dalam kandungan ibu-ibu harus memberikan asupan gizi yang cukup,” ujarnya.

   Sehingga anak-anak yang akan dilahirkan nanti tidak mengalami kekurangan gizi atau stunting. Sejauh ini intervensi terus dilakukan oleh pemerintah terutama melalui DP3AKB, misalnya dengan memaksimalkan peran kader yang ada di lintas sektor paling bawah, juga PKK kampung dan Kelurahan, terkait dengan  pendampingnya terhadap keluarga-keluarga yang beresiko stunting.

   Pihaknya juga bekerjasama dengan BKKBN Provinsi Papua, telah melatih sebanyak 923 kader, banyak yang tersebar diwilayah kota sampai ke kampung-kampung. “Kami juga melakukan koordinasi dengan gereja-gereja masjid-masjid, KUA,”bebernya.

    Hal itu sehubungan dengan kesiapan calon  pengantin. Terutama ketika ada sesorang atau pasangan yang  akan menginjakkan kaki ke dewasa. Sehingga mereka harus bisa menjaga kesehatan, supaya ketika mereka menikah nanti mereka terbebas dari ancaman anak-anaknya terlahir stunting. (roy/tri)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Juna Cepos

Recent Posts

Sandera yang Selamat Ternyata Sedang Hamil

Langkah ini menyusul keberhasilan evakuasi salah seorang korban selamat, Demerina Uamang (23), yang sempat diamankan…

2 hours ago

Konsep Dialog Kembali Didorong untuk Akhiri Konflik

Ketua HONAI, Pdt. Andrikus Mofu, menegaskan gereja tidak ingin masyarakat terus menjadi korban kekerasan, kehilangan…

3 hours ago

Disandera, Dipaksa Dukung OPM Lalu Dihabisi

Ia ditemukan tewas dengan kondisi terbakar bersama mobilnya. Yang bikin heboh adalah, sebelum dieksekusi, ia…

4 hours ago

Demo Tolak MBG Serentak Disinyalir Terorganisir

Kepala Komnas HAM Papua, Frits Ramandey menduga aksi yang berlangsung di sejumlah daerah tersebut tidak…

5 hours ago

Kericuhan di Pelabuhan, KM Gunung Dempo Pilih Tunda Berlabuh

Saat kapal dalam perjalanan menuju  Jayapura, tiga penumpang ini diketahui merokok di dalam kapal, tepatnya…

6 hours ago

Gereja Membela Harkat dan Martabat Manusia, Jangan Dinilai Gerakan Politik Praktis

   Mofu mengungkapkan bahwa HONAI dibentuk sebagai ruang bersama untuk menjawab berbagai persoalan kemanusiaan, terutama…

18 hours ago