

Stanislaus Hike(FOTO: Karel/Cepos)
JAYAPURA-Merebaknya kasus muntaber hampir satu minggu terakhir, dimana banyak pasien anak-anak dengan gejala diare, demam dan muntah yang dirawat di rumah sakit Abepura maupuan RS Bhayangkara, diminta diseriusi.
DPRD Kota Jayayapura melalui komisi D yang membidangi masalah kesehatn ini, mendesak Dinas Kesehatan untuk segera memeriksa sampel dan mengungkap penyebab merebaknya kasus muntaber ini.
“Melihat lonjakan kasus yang cukup tajam, hal ini sudah masuk dalam kasus luar biasa, untuk itu kami (komisi D) minta kepada Dinas Kesehatan Kota Jayapura, harus intens koordinasi dengan pihak rumah sakit maupun puskesmas,” ungkap Ketua Komisi D DPRD Kota Jayapura Stanis Hike.
Stanis juga menegaskan agar dinas kesehatan Kota segera melakukan langkah konkrit dan cepat, untuk melakukan uji sampel terhadap kasus diare ini. Dengan begitu dapat segera diketahui penyebabnya dan segera ditanggulangi supaya tidak terus bertambah dan menyebar penyakit muntaber ini.
“Solusi untuk mengetahui penyebabnya apa, maka segera dilakukan uji laboratorium terhadap sampel Rectal Swah, hal ini bertujuan untuk dapat mengatasi lebih dini,” ujarnya.
Stanis mengaku pihaknya akan segera meninjau ke rumah sakit, untuk mengetahui secara rill kondisi pasien yang ada, baik di Puskesmas, maupun yang ada di rumah sakit.
“Rencanya hari ini (Kamis kemarin) kami dari Komisi D tinjau ke Puskesmas, maupun rumah sakit, tetapi karena padatnya jadwal kegiatan, sehinga dalam waktu dekat akan tetap kami tinjau ke lapangan,” katanya.
Selain itu, Stanis juga meminta agar pihak RS terus memberikan informasi pekembangan kasus kepada Dinas Kesehatan. “Harus update perkembangan kasus setiap hari ke Dinas Kesehatan, tidak boleh ada yang tutup tutupi, guna mendapatkan perhatian serius dari peemrintah,” ungkap Stanis.
Stanis menyampaikan terlepas meningkatnya kasus diare di Kota Jayapura saat ini, Ia pun mengharapkan agar masyarakat, selalu memperhatikan kebersihan lingkungan, juga menjaga pola makan terutama untuk anak anak.
“Kondisi ini bisa dikatakan bencana, untuk itu sangat penting adanya inisiatif dari masyarakat sendiri dalam menjaga pola makan anak, juga kebersihan lingkungan,” pungkasnya. (rel/tri)
Pernyataan itu disampaikan Theo menyusul tewasnya delapan pendulang emas ilegal di Distrik Korowai yang diduga…
Warga di wilayah Korowai dilaporkan mengungsi ke hutan menyusul operasi gabungan TNI-Polri pasca pembunuhan delapan…
–Aparat gabungan TNI/Polri mengevakuasi sebanyak 44 pendulang emas yang berhasil menyelamatkan diri usai diserang kelompok…
Selain menanggapi ancaman KKB, Yusuf juga menjelaskan perkembangan proses evakuasi para pendulang emas yang menjadi…
Wakil Mentri Dalam Dr.Ribka Haluk, S.Sos, M.M menyatakan sejak awal pihaknya sudah mengikuti apa yang…
Pemerintah Kota Jayapura di bawah kepemimpinan Wali Kota Abisai Rollo didampingi Wakil Wali Kota Rustan…