

Justin Sitorus (Foto:Robert Mboik/Cepos)
JAYAPURA-Kehadiran taxi online di Kota Jayapura, sampai saat ini memang masih menjadi polemik. Diyakini, kehadiran taxi online telah berdampak pada berkurangnya pendapatan para sopir angkutan konvensional itu. Bahkan ada juga sebagian angkutan kota konvensional ini memiliki istirahat.
“Dampaknya sebagian taksi konvensional ini ada yang tidak beroperasi, kemungkinan besar begitu,” kata Kepala Dinas Perhubungan kota Jayapura, Justin Sitorus, Rabu (14/6).
Namun demikian, pihaknya berharap kepada pemerintah provinsi Papua dalam hal ini Dinas Perhubungan supaya mempercepat proses pengaturan besaran tarif ambang bawah dan ambang atas untuk taksi online yang memang saat ini masih menjadi polemik itu.
“Selama dua hari demo, mereka masih menunggu regulasi dari provinsi, dan tarifnya itu harus ada ambang atas dan ada ambang bawah, harus diseragamkan, keputusan itu seharusnya sudah dijadwalkan minggu ini” harapnya.
Menurutnya kewenangan untuk mengatur besaran tarif kendaraan yang beroperasi melintasi lebih dari satu kabupaten itu menjadi tanggung jawab pemerintah provinsi Papua.
“Kewenangan mengatur tarif ini harus diatur proponsi, karena dia melintasi lebih dari satu kabupaten,” tambahnya. (roy/tri)
Menurutnya, kebijakan tersebut diambil sebagai bagian dari upaya menjaga keseimbangan fiskal daerah, mengingat beban belanja…
Kabar terkait keberadaan ikan sapu-sapu atau Hypostomus plecostomus yang ditemukan di Danau Sentani sempat membuat…
Ia merinci, kebutuhan tenaga ATLM di masing-masing wilayah cukup tinggi. Papua Pegunungan menjadi daerah dengan…
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) tak lagi dipandang sebagai tempat akhir dari perjalanan hidup seseorang, melainkan sebuah…
Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo, menegaskan komitmennya dalam memberantas praktik pungutan liar (pungli) di lingkungan…
Kasubdit IV Tipidter Polda Papua, Kompol Agus Ferinando Pombos, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan mentolerir…