

Kapolsek Abepura AKP Lintong Simanjuntak saat menemui warga yang bertikai, Minggu (16/1). (FOTO: Elfira/Cepos)
JAYAPURA-Usai pertikaian dua kelompok warga di Jalan Pasar Youtefa tepatnya depan SMKN 5 Jayapura, Minggu (16/1) sekira pukul 02:30 WIT dini hari. Polisi tegaskan jangan ada yang membuat gerakan tambahan.
Kapolsek Abepura AKP Lintong Simanjuntak mengaku, pasca pertikaian dirinya langsung menyambangi penghuni Asrama Kionak untuk memberikan pemahaman akan jangan terprovokasi dengan situasi yang ada.
“Saat itu juga saya langsung ke Asrama Kionak kumpulkan mereka dan berbincang bahwa situasi sudah kondusif, tidak ada lagi saling serang dan tidak ada provokator,” terang Kapolsek kepada Cenderawasih Pos, Senin (17/1).
Dikatakan Kapolsek, tak ada yang diamankan dalam pertikaian dua kelompok warga tersebut. Malam itu juga kasusnya langsung diselesaikan, sehingga tidak ada saling lapor di Kantor Polisi.
“Jangan sampai memperkeruh suasana yang ada, kita akan cari pelaku yang mabuk di lokasi itu. Jangan mabuk lalu membuat kegaduhan hingga menganggu warga lainnya,” tegas Kapolsek.
Kapolsek juga mengingatkan warga yang bertikai untuk tidak melakukan hal yang menganggu warga lainnya. Sebab, jika ketahuan bakal diproses hukum terlepas dari masalah yang sebelumnya.
“Tidak boleh ada yang terprovokasi dan saling serang, apabila ada saling serang tidak ada alasan bagi kami untuk melaksanakan tindakan hukum,” tegasnya.
Sebelumnya, terjadi pertikaian antara kelompok warga terjadi Jalan Pasar Youtefa, tepatnya depan SMKN 5 Jayapura, Minggu (16/1) sekira pukul 02:30 WIT dini hari. Dua warga dikabarkan terluka akibat kena lemparan batu dan kaca mobil rusak.
Beberapa kali Polisi melepaskan tembakan peringatan ke udara untuk melerai kedua kelompok warga yang bertikai, bahkan warga setempat membunyikan tiang listrik. Hal ini sontak membuat warga lainnya keluar sembari memegang badik atau parang. (fia/tri)
Akar dari permasalahan ini dibongkar oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian. Dalam Rapat Kerja…
Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Jayapura, Kombes Pol Rommy Sebastian, menjelaskan bahwa korban selamat bernama Agnes…
Di berbagai wilayah Papua, tantangan pendidikan masih menjadi perhatian, mulai dari keterbatasan akses pendidikan tinggi…
Dikatakan, untuk LPG 12 kg dijual dengan harga Rp 410.000. Sementara untuk LPG ukuran 5,5…
Media sosial Rabu (10/6) siang kemarin dihebohkan dengan beredarnya sebuah video yang memperlihatkan dugaan menu…
Pejabat Sementara Kasubdit Patroli Polairud Polda Papua, AKP Wilston Latuasan, menegaskan bahwa menjaga kelestarian ekosistem…