Categories: METROPOLIS

Wawali: Kali Anafre Kotor Sekali

Wakil  Wali Kota Jayapura, Ir H Rustan Saru MM bersama puluhan anggota Komunitas Jayapura Litter Pikers dan Rumah Bakau Jayapura memegang papan edukasi saat grebek sampah di Kali Anafre Jayapura, Ahad (17/1). Rustan Saru mengakui jika kali ini kotor sekali. (Gamel Cepos)

JAYAPURA – Wakil Wali Kota Jayapura Ir H Rustan Saru MM akhirnya mengakui jika Kali Anafre di Jayapura ternyata kotor sekali. Ini ia simpulkan setelah mengecek dan turun  langsung ke kali tersebut dalam grebek sampah yang dilakukan Jayapura Litter Pikers (JLP) bersama Rumah Bakau Jayapura, Ahad (17/1). Disini Rustan terlihat kaget karena selama ini hanya melihat dari atas namun setelah turun langsung ke bantaran kali iapun baru paham jika kondisinya sangat tidak sehat. 

 “Kami berterimakasih karena ada komunitas seperti JLP maupun Rumah Bakau Jayapura yang turun tanpa komando, tanpa menunggu melainkan dengan inisiatif turun sendiri. Saya pikir apa yang dilakukan komunitas ini perlu dikolabolasikan dengan pihak distrik, kelurahan maupun RT RW untuk terlibat,” kata Rustan Saru disela – sela grebek sampah kemarin. Dalam kesempatan ini, wakil wali kota datang sendiri dan langsung menanyakan tempat turun ke kali. Iapun menggunakan sepatu boat dan langsung berbaur mengumpulkan sampah. 

 Setelah mengamati sekitar ia berpendapat bahwa di sepanjang Kali Anafre juga perlu ditempelkan papan bicara dan  pemerintah perlu melakukan pertemuan dengan RT/RW dan warga untuk sama – sama menjaga kali yang ada di kota. “Jangan buang sampah di kali sebab pemerintah sudah menyediakan tempat sampah di jalan – jalan lingkungan. Sebenarnya peraturan daerah juga sudah ada untuk tidak buang sampah di kali termasuk sanksi dendanya tapi hingga kini pendekatan masih persuasif namun ke depan perlu satu gerakan untuk sama – sama,” jelasnya. 

 Ia terlihat kaget karena hanya dalam waktu sekitar 1 jam berhasil dikumpulkan sampah sebanyak 56 karung dengan berat 811 Kg. “Tak hanya sampah plastiK tapi juga busa kasur, pampers  dan saya lihat tadi ada usia sampah bisa mencapai 50 tahun atau 500 tahun. Ini harus dipikirkan sebab ini pencemaran dan berbau, tadi kita disini bau kencing semua dan itu tidak sehat,” pungkasnya. Sementara Ketua JPL Aldy, menyampaikan bahwa ini menjadi satu lokasi yang cukup berat mengingat air sangat kotor dan sampah dalam keadaan basah.

 Belum lagi dengan air limbah rumah tangga maupun dari kandang yang bercampur. “Termasuk proses untuk mengangkat dari kali ke atas, kami harus menarik menggunakan tali yang dibantu 4 hingga 5 orang.  Kami pikir jika sampah tak ada di kali tentunya tak ada kegiatan seperti ini. Manusia harusnya sadar sebab ketika lingkungan rusak maka dampaknya bisa kemana – mana. Tidak bisa begini terus,” pungkasnya. (ade/wen) 

newsportal

Recent Posts

Alur Perjalanan Dinas DPR Papua Ditelusuri

Kasus yang turut menyeret nama mantan Sekretaris DPR Papua berinisial JJ tersebut kini memasuki tahap…

18 hours ago

SD YPK Elim Wouma Ludes Terbakar

Menurutnya, usai mendapat laporan masyarakat anggorta dari Polres Jayawijaya langsung merespon ke lokasi tersebut dan…

18 hours ago

Napi Tipikor di Lapas Abepura Diperlakukan Sama

  Prinsip kesetaraan di mata hukum dan tata kelola pemasyarakatan menjadi komitmen utama manajemen Lapas…

19 hours ago

Kemarau Panjang Pengaruhi Peningkatan Inflasi di Papua Pegunungan

Badan Pusat Statistik  (BPS) Kabupaten Jayawijaya memastikan musim kemarau panjang sangat mempengaruhi inflasi di daerah.…

19 hours ago

Giliran 330 Guru Non OAP Ditarik dari Distrik-distrik

Kepala Dinas Pendidikan Kaleb Asso S.PD, M.PD menyatakan menyikapi situasi keamanan saat ini di Kabupaten…

20 hours ago

Ratusan Karyawan PT MNM Protes Soal Ketenagakerjaan

Dalam aksi tersebut, para karyawan menyampaikan sejumlah aspirasi yang berkaitan dengan kondisi ketenagakerjaan di perusahaan.…

20 hours ago