Categories: METROPOLIS

Wali Kota Geram, Kesadaran Masyarakat Mulai Berkurang

Wali Kota Jayapura Dr Benhur Tomi Mano, MM., berbincang-bincang dengan Kepala Dinas Kesehatan Kota Jayapura dr Ni Nyoman Sri Antari, pada pencanangan kick off vaksinasi Covid-19 tingkat Kota Jayapura di Kantor Wali Kota Jayapura,  Sabtu (16/1) lalu. ( FOTO: Priyadi/Cepos)

JAYAPURA-Wali Kota Jayapura Dr Benhur Tomi Mano, MM.,menegaskan, saat ini kasus pasien Covid-19 Kota Jayapura sudah kembali meningkat, dulunya  diperkirakan awal Januari 2021 kasus pasien Covid-19 Kota Jayapura bisa turun dan Kota Jayapura bisa menjadi zona kuning, namun sebaliknya malah kini semakin meningkat lagi pasien Covid-19 Kota Jayapura.

 “Tingkat kesadaran masyarakat dan pelaku usaha sudah tidak ada lagi, kini kasus positif pasien Covid-19 meningkat dulu RO RT kita hanya 0, 3 kini sudah menjadi 1, 51 tentu ini sangat berbahaya sekali, saya harap masyarakat bisa sadar karena awal Januari hingga saat ini sudah banyak kasus positif Covid-19 daripada yang sembuh termasuk angka kematian setiap hari juga ada kini sudah menjadi 116 orang,’’ungkapnya, Minggu (17/1)kemarin.

  Ditegaskan, peningkatan kasus positif pasien Covid-19 disebabkan karena, banyak masyarakat berlibur di tempat pariwisata sudah tidak menerapkan protokol kesehatan banyak yang berkerumun tidak memakai masker, tempat makan jadi satu, masih ada masyarakat yang suka berkerumun atau membuat acara yang tidak menerapkan protokol kesehatan. 

 Hal inilah yang memacu dan memicu kasus Covid-19 terus meningkat lagi, karena saat ini data per tanggal 16 Januari 2020 sudah ada yang dirawat mencapai 404 orang, untuk di isolasi terpusat di rumah sehat LPMP ada 38 orang.

  “Jika masyarakat masih malas tahu sampai kapan Covid-19 ini akan berakhir, walaupun ada vaksin jika masih tidak mau menerapkan protokol kesehatan juga masih berbahaya, karena selama masih ada Covid-19 protokol kesehatan selalu dilakukan dengan baik,’’katanya.

  Menyikapi hal tersebut, wali kota minta tim Satgas Covid-19 Kota Jayapura untuk melakukan penindakan sesuai aturan jika memang ada yang melanggar protokol kesehatan diminta untuk diberikan sanksi sesuai aturan yang berlaku. Karena selama ini masyarakat maupun pelaku usaha terus diimbau masih banyak juga yang membandel jadi upaya terakhir adalah melakukan tindakan tegas namun terukur sesuai aturan, karena ini demi keselamatan dan kesehatan bersama.(dil/wen) 

newsportal

Recent Posts

Gereja Membela Harkat dan Martabat Manusia, Jangan Dinilai Gerakan Politik Praktis

   Mofu mengungkapkan bahwa HONAI dibentuk sebagai ruang bersama untuk menjawab berbagai persoalan kemanusiaan, terutama…

2 hours ago

Dorong Penyelesaian Hukum, Jangan Biarkan Pemalangan Jadi Kebiasaan

   Menurutnya, setiap penggunaan tanah masyarakat adat untuk kepentingan umum seharusnya telah melalui proses yang…

10 hours ago

Polisi Ungkap Hasil Labfor Pecahan Botol di Komnas HAM

   Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Papua, Kombes Pol Parasian H. Gultom, mengungkapkan bahwa…

11 hours ago

Siapkan Konsolidasi Besar Masyarakat Adat Tabi-Mamta

  Pertemuan yang dikemas dalam bentuk sidang pleno ini menjadi momentum penting untuk merumuskan agenda…

13 hours ago

Amankan Kendaraan Dinas, Pemprov Papua Libatkan Jaksa dan BPK

  Penjabat Sekretaris Daerah Papua Christian Sohilait, mengatakan penertiban kendaraan dinas dilakukan karena masih terdapat…

14 hours ago

Masa Tanggap Darurat Diperpanjang 7 Hari

   Rustan meminta seluruh warga terdampak, khususnya para pengungsi, untuk tetap bersabar sembari pemerintah mematangkan…

15 hours ago