Categories: METROPOLIS

Aksi Pungut Puntung Aneh Namun Mengedukasi

JAYAPURA – Sebuah aksi yang tak biasa dilakukan alumni School Eco Diplomacy (SED)  pada Ahad (15/11). Aksi tersebut adalah memungut puntung rokok dengan batasan lokasi yang sudah ditentukan. Puntung rokok yang berhasil dikumpulkan memang akan berakhir di pembuangan sampah namun ada nilai edukasi yang dititipkan dari upaya tersebut. Aksi pungut puntung untuk dilakukan untuk melihat sejauh mana kesadaran perokok terhadap sampahnya.

Tumpukan 1026 botol minuman keras yang terkumpul tak jauh dari Jembatan Yotefa digelar dalam aksi mulung yang dilakukan Jayapura Litter Pickers (JLP), Ahad (15/11) pekan kemarin. Tak hanya botol, kelompok School Eco Diplomacy juga melakukan aksi mulung puntung. (FOTO: Gamel Cepos)

Selain itu mengajak kelompok muda untuk lebih peka terhadap isu lingkungan. “Hal – hal semacam ini  memang sangat jarang dilakukan karena bagi sebagian besar orang ini minim dampak tapi bagi kami ini sebuah upaya untuk menumbuhkan kepekaan dari  sebuah kebiasaan yang tidak ramah lingkungan,” kata Kevin, salah satu alumni SED 2019 pekan kemarin. Dikatakan dari aksi milung puntung ini ia bersama alumni lainnya berhasil mengumpulkan sebanyak 752 puntung rokok dengan lokasi hunting hanya sekitar 30 meter.

“Artinya masih banyak yang tidak peduli, dari hal kecil sudah tidak tertib bagaimana  mau berbicara yang lebih besar,” bebernya. Sementara aksi lainnya dilakukan oleh Jayapura Litter Pikers (JLP) di lokasi yang sama namun kali ini yang dikumpulkan adalah sampah botol.  Sama seperti minggu sebelumnya dimana masih ditemukan 627 botol kaca dan dari aksi kedua berhasil dikumpulkan 1026 botol. “Sampah botol sebanyak 627 kemarin sudah dibuang dan hanya selang seminggu kembali ditemukan 1026 botol baru, artinya di lokasi ini sering dipakai untuk  pesta miras dan sampahnya dibuang begitu saja,” kata Marcel Mauri dari JLP.

Ia mengaku miris sebab dalam aksi tersebut ia melibatkan banyak anak – anak sekolah dan anak usia dini namun pemandangan yang tidak mengenakkan justru diperlihatkan. “Anak – anak akhirnya berfikir bahwa banyak orang mabuk dan banyak yang suka nyampah. Ini pemikiran awam mereka,” imbuh Marcel. (ade/wen)

newsportal

Recent Posts

BPBD Jayawijaya Ingatkan Warga, Ada 11 Titik Panas di Beberapa Wilayah

Plt Kepala BPBD, Satpol PP, dan Damkar Kabupaten Jayawijaya Romadlon menyebutkan dari informasi yang dihimpun…

2 hours ago

Capek dan Kurang Tidur, Ratusan Warga Antre Untuk Pijat Refleksi

   Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Papua memberikan layanan pijat kepada warga terdampak kebakaran…

3 hours ago

Masyarakatnya Ramah, Minta Warisan Leluhur Seni dan Budaya Tetap Dijaga

Para turis atau Wisatawan Mancanegara ada dari negara Inggris, Argentina, Amerika Serikat, Australia dan berbagai…

4 hours ago

147 Ribu Pengunjung dan Rp1.2 Miliar Berputar di Khalkote

Festival Danau Sentani (FDS) XV 2026 meninggalkan catatan menarik. Selama rangkaian festival berlangsung, kawasan Pantai…

5 hours ago

Kapolres Mimika Temui Kelompok yang Bertikai di Kwamki Narama

Langkah jemput bola ini dilakukan guna memediasi sekaligus mendorong kedua belah pihak menghentikan pertikaian secara…

6 hours ago

Pemkab Lanny Jaya Siapkan 3 Posko Bantuan Permanen

Pemkab Lanny Jaya juga mengambil langkah berbeda dalam penyediaan tempat penampungan bantuan untuk warganya di…

7 hours ago