“Kadang kami miris, tujuan warga ke CFD untuk berolahraga tapi pulang-pulang justru menyisakan sampah yang notabene bakal menjadi penyakit. Pakaian atau outfit semua bermerek tapi untuk meletakkan sampah dimana itu seperti tidak dipahami,” sindirnya.
Begitu juga dengan pedagang. “Pedagang wajib menyiapkan tong sampah jadi tidak berceceran dan usai lokasi ditutup, jalan harus bersih. Kami pikir itu tak sulit,” timpalnya.
Ia juga menyarankan agar jumlah UMKM di lokasi CFD dibatasi atau jika perlu diseleksi, mana yang siap mendukung kebijakan pemerintah itu yang boleh berjualan dan mana yang tidak siap tidak boleh masuk berjualan.
“Jadi saran kami seperti itu, tidak perlu ditutup tapi dikembalikan ke fungsi awalnya yakni untuk berolahraga dan kalaupun ada pedagang mereka juga patut mengikuti aturan pemerintah semisal menyiapkan kemasan yang lebih ramah lingkungan tadi,” tutupnya. (ade/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Angka tersebut jauh lebih sedikit dibangdingkan musim lalu yang mencapai 35 pemain dalam satu musim.…
Selain sebagai pusat pemerintahan, posisi strategis Jayapura membuat berbagai aksi yang digelar di kota ini…
Berangkat dari keprihatinan melihat anak-anak muda yang tumbuh di tengah lingkungan yang lekat dengan minuman…
Dalam aksinya, kelompok ini mendesak pemerintah dan aparat penegak hukum untuk mengusut secara tuntas insiden…
Puluhan siswa PAUD, Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama di Distrik Depapre Kabupaten Jayapura diduga…
Langkah tegas ini disampaikan Ali Kabiay untuk meluruskan kesalahpahaman publik terkait kehadiran massa BMP RI…