“Kadang kami miris, tujuan warga ke CFD untuk berolahraga tapi pulang-pulang justru menyisakan sampah yang notabene bakal menjadi penyakit. Pakaian atau outfit semua bermerek tapi untuk meletakkan sampah dimana itu seperti tidak dipahami,” sindirnya.
Begitu juga dengan pedagang. “Pedagang wajib menyiapkan tong sampah jadi tidak berceceran dan usai lokasi ditutup, jalan harus bersih. Kami pikir itu tak sulit,” timpalnya.
Ia juga menyarankan agar jumlah UMKM di lokasi CFD dibatasi atau jika perlu diseleksi, mana yang siap mendukung kebijakan pemerintah itu yang boleh berjualan dan mana yang tidak siap tidak boleh masuk berjualan.
“Jadi saran kami seperti itu, tidak perlu ditutup tapi dikembalikan ke fungsi awalnya yakni untuk berolahraga dan kalaupun ada pedagang mereka juga patut mengikuti aturan pemerintah semisal menyiapkan kemasan yang lebih ramah lingkungan tadi,” tutupnya. (ade/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Partisipasi pelaku UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) dalam Festival Sagu yang diselenggarakan oleh Kementerian…
Cuaca ekstrem di dataran Kabupaten Mimika, Papua Tengah memicu tanah longsor yang memutus akses vital…
Kapolresta Jayapura Kota, Kombes Pol Fredrickus W.A. Maclarimboen, menegaskan bahwa pihaknya akan memastikan situasi keamanan…
Kertua Komisi II DPR Provinsi Papua Selatan Yulians Charles Gomar memberikan tanggapan terkait dengan persoalan…
Nah, di grup barat saat ini Garudayaksa memimpin klasemen dengan 49 poin, sementara Adhyaksa menguntit…
Larangan membawa HP ke sekolah tersebut, lanjut dia, karena anak-anak tidak akan fokus belajar terlebih…