Menurutnya, pembatasan yang dilakukan oleh ojek pangkalan tersebut sangat tidak mendasar. Sebab, para driver Ojol saat ini, yang ada di Papua terutama di di kota/kabupaten Jayapura telah memiliki izin resmi dan sah dari pemerintah, sehingga tidak ada yang dapat membantah.
Bahkan, kata Ric, mobil dan motor milik driver Ojol Maxim, rutin membayar pajak kepada pemerintah setempat. Atas dasar itu dirinya dan para penguna Ojol Maxim tidak terima jika ada yang membatasi ruang geraknya.
Dirinya berharap Polsek Abepura yang dalam waktu dekat dapat segera melakukan mediasi kepada beberapa ojek pangkalan saat ini di Kotaraja Abepura. Guna menyikapi keluhan-keluhan yang dirasakan oleh ojek pangkalan dan Ojol saat ini dan mencegah terjadinya konflik di lapangan.
“Untuk mediasi kami masih menunggu surat dari kepolisian, dalam hal ini mungkin dalam satu dua hari ke depan ini kami minta diadakan pertemuan,” ujarnya.
Jika penolakan masih dilakukan di beberapa titik ojek pangkalan, Ric mengaku pihaknya akan kembali melakukan aksi mogok besar-besaran di Kota maupun di Kabupaten Jayapura dan sekitarnya. “Kalau memang masih ada penolakan ini, kami akan pasti melakukan aksi demo besar-besaran,” tutupnya. (kar/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Pemerintah Daerah Kabupaten Lanny Jaya secara resmi memulai pelaksanaan Diklat Prajabatan, Pelatihan Dasar (Latsar) CPNS…
Pemerintah Provinsi Papua melalui Dinas Pendidikan setempat mulai membenahi layanan pendidikan khusus menyusul rendahnya indeks…
Massa aksi datang menggunakan dua unit mobil pikap dengan membawa sejumlah atribut, di antaranya…
Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Abepura terus mendorong upaya kemandirian bagi Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ)…
Sebanyak 13 calon siswa (casis) yang dikirim melalui Lanud J.A. Dimara Merauke berhasil lolos seleksi…
Ibadah syukur yang berlangsung di Tugu Injil Pesisir Pantai Skouw, Kampung Skouw Yambe, tersebut…